Konsep Smart Forest City, Jokowi: Yang Senang Naik Mobil Jangan Pindah ke IKN
Konsep smart forest city akan diterapkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/150122-Jokowi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Konsep smart forest city akan diterapkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Aplikasinya, mobilitas penghuni kawasan IKN akan lebih banyak gunakan transportasi umum dengan tenaga penggerak hidropower atau energi ramah lingkungan.
Demikian penjelasan Presiden Joko Widodo soal IKN. Dia mengatakan, akan memprioritaskan bagi para pejalan kaki, pengguna sepeda dan alat transportasi umum di kawasan IKN. Mereka yang suka naik mobil pribadi, bahan bakar fosil tidak cocok tinggal di kawasan IKN.
Sehingga Presiden mengajak masyarakat yang gemar berjalan kaki dan bersepeda tidak ragu untuk pindah ke kawasan IKN Nusantara yang ada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu. Menurut Jokowi, perencana kota IKN Nusantara telah merumuskan konsep 10 Minute City.
"Jadi 10 minute city dari satu titik ke titik lain 10 menit saja. Dan kita akan menberikan prioritas kepada, yang pertama adalah pejalan kaki. Yang kedua yang naik sepeda. Yang ketiga (pengguna) transportasi umum," ujar Jokowi saat memberikan sambutan peresmian Kantor DPP Partai Nasdem di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/2/2022).
"Yang senang jalan kaki itu silahkan pindah ke ibu kota baru. Yang seneng bersepeda, yang ingin sehat itu juga pindahlah ke IKN. Yang senang naik mobil, apalagi yang memakai BBM fosil jangan pindah ke IKN," tegasnya.
Jokowi mengungkapkan, konsep besar dari IKN Nusantara yakni Smart Forest City. Sehingga nanti di kawasan tersebut akan banyak terdapat kawasan hijau dan hutan.
Baca juga: Presiden Teken UU IKN, Menteri Monoarfa Jelaskan Pembangunan Ibu Kota Negara
"Semuanya dibangun dengan teknologi modern, baik transportasi, pengairan, infrastruktur listrik, infrastruktur komunikasi hingga pelayanan publik," ungkap Jokowi. Presiden menjelaskan, yang akan direalisasikan dalam pembangunan IKN Nusantara adalah 70 persen areanya harus menjadi area hijau.
Kemudian 80 persen kendaraan yang ada di sana atau yang mendukung perputaran mobilitas dari satu tempat ke tempat lain didukung oleh transportasi publik.
"Jadi bukan mobil pribadi. Kemudian 80 persen lebih (dari penggunaan energi) nanti akan menggunakan energi hijau. Yakni dari hidropower yang kita bangun di Sungai Kayan di Kalimantan Utara," lanjutnya.
Kepala Negara juga menyebutkan, seluruh anggaran untuk membangun kawasan inti IKN Nusantara akan bersumber dari APBN. Kawasan inti yang dimaksud yakni kompleks istana kepresidenan dengan gedung-gedung kementerian.
"Banyak yang bertanya kepada saya, terus anggarannya (pembangunan IKN) dari mana? Untuk kawasan inti yang di situ ada istana dan gedung-gedung kementerian memang itu semuanya dari APBN," tegas Jokowi.
Jokowi memperkirakan jumlah biaya untuk kawasan inti itu akan setara dengan 20 persen dari total anggaran yang diperlukan untuk membangun kawasan IKN.
Sehingga 80 persen dari sisa keperluan anggaran akan diambilkan dari berbagai sumber. Termasuk di dalamnya dari investasi secara langsung oleh investor. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Yang Senang Jalan Kaki dan Bersepeda Pindahlah ke IKN, yang Suka Naik Mobil Jangan"