Selebgram Crazy Rich Medan Terseret Kasus Investasi Bodong-Binomo

ebelumnya di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kasus invenstasi bodong kembali ramai di nasional. Selebgram yang dikenal publik sebagai Crazy.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews
Selebgram Indra Kenz 

TRIBUNGOTONTALO.COM - Sebelumnya di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kasus invenstasi bodong kembali ramai di nasional. Selebgram yang dikenal publik sebagai Crazy Rich Medan, Indra Kenz kini terseret dalam kasus Binomo.

Diketahui sebelumnya Indra Kenz pernah menyebut bahwa Binomo adalah aplikasi trading yang legal. Bahkan Indra Kenz sempat mempromosikan aplikasi Binomo ini dan menjadikannya sebagai konten di akun YouTube pribadinya.

Namun faktanya aplikasi Binomo ini adalah aplikasi trading yang ilegal. Indra Kenz sempat dipanggil polisi untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (18/2/2022) kemarin.

Akan tetapi Crazy Rich Medan ini tidak hadir dengan alasan tengah berobat ke luar negeri.

"Sebelumnya akan dimintai keterangan pada hari Jumat (18/2/2022) pukul 10.00 WIB. Akan tetapi yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan yang bersangkutan berobat ke luar negeri," kata Ramadhan dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (19/2/2022).

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, pihaknya kini telah menjadwalkan ulang pemeriksaan pada Indra Kenz.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan pada Jumat (25/2/2022). "Sehingga mengajukan penundaan dan yang bersangkutan bersedia dimintai keterangan pada tanggal (25/2/2022)," imbuh Ramadhan.

Sementara itu Kuasa Hukum Korban Binomo, Finsensius Mendrofa menyatakan Kasus Binomo ini telah naik statusnya ke penyidikan.

Hal tersebut berarti telah ditemukan adanya tindak pidana dalam kasus Binomo yang turut menyeret nama Indra Kenz ini.

"Telah dilakukan gelar perkara, sudah dinaikan status dari penyelidikan ke penyidikan. Itu artinya bahwa ada bukti tindak pidana dalam kasus Binomo," ungkap Finsensius.

Lebih lanjut Finsensius pun berharap polisi segera menetapkan tersangka dan mengungkapkan semua informasi terkait kasus ini.

"Kita berharap segera ada penetapan tersangka untuk mengungkap semua kasus ini," terang Finsensius. Bareskrim Juga Cari Pemilik Sebenarnya Platform Trading Binomo

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri memastikan pihaknya bakal mengejar pemilik platform trading binary option Binomo.

Hingga kini, kasus pidana tersebut masih dalam tahapan penyelidikan.

Baca juga: Kepala Galeri IBF Gorontalo Teribat Investasi Bodong, IBF Buka Posko Aduan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved