Selasa, 3 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Laporan Intelijen Rusia Segera Serang Ukraina, Begini Klaim Presiden Biden

Rusia membuat dalih untuk menyerang Ukraina 'dalam beberapa hari mendatang'. Pernyataan ini disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Laporan Intelijen Rusia Segera Serang Ukraina, Begini Klaim Presiden Biden
Kompas.com
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNGORONTALO.COM, Washington - Rusia membuat dalih untuk menyerang Ukraina 'dalam beberapa hari mendatang'. Pernyataan ini disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuduh saat ia berbicara kepada media pada Jumat (18/2/2022) malam, menyusul panggilan telepon dengan sekutu NATO yang membahas tentang krisis tersebut.

"Selama beberapa hari terakhir, kami telah melihat laporan tentang peningkatan besar-besaran dalam pelanggaran gencatan senjata oleh pejuang yang didukung Rusia yang mencoba memprovokasi Ukraina," kata Biden.

Dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (19/2/2022), pemimpin AS itu mengulangi prediksi invasi Rusia yang menguat, dengan mengatakan bahwa serangan akan segera terjadi setelah prediksi serupa disampaikan sejak beberapa minggu lalu.

"Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa pasukan Rusia berencana dan berniat untuk menyerang Ukraina dalam beberapa minggu mendatang, bahkan dalam beberapa hari mendatang," kata Biden kepada wartawan.

Ditanya tentang bukti apa yang mungkin dimiliki Gedung Putih tentang prediksi pengambilan keputusan Rusia ini, Biden menolak untuk menjelaskan.

Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya 'memiliki kemampuan intelijen yang signifikan'.

Tidak hanya itu, Biden pun kembali menuduh Rusia mencari 'pembenaran palsu untuk bertindak melawan Ukraina', sejalan dengan tuduhan sebelumnya bahwa negara itu akan melakukan serangan 'bendera palsu' yang akan 'mengkambinghitamkan' Ukraina.

Biden pun memuji pasukan Ukraina karena 'menolak mengizinkan Rusia untuk memancing mereka masuk ke dalam perang'.

Tepat sebelum Biden dijadwalkan untuk berbicara, setidaknya dua ledakan mengguncang Republik Rakyat Lugansk (LPR) di Ukraina timur.

Peristiwa ini dilaporkan merusak pipa gas dan pompa bensin di daerah itu, serta mengakibatkan kebakaran besar.

Sebelumnya pada Jumat kemarin, ibu kota wilayah tetangga yakni Republik Rakyat Donetsk (DPR) diguncang pula oleh ledakan mobil, yang diduga menargetkan kendaraan milik Kepala Milisi Rakyat publik yang memproklamirkan diri.

Ketegangan saat ini memang telah meningkat di Ukraina timur, karena dua wilayah yang memisahkan diri dan dikenal sebagai Donbass itu menuduh pemerintah Ukraina merencanakan operasi militer untuk merebut wilayah mereka secara paksa.

Sebelumnya pada Jumat kemarin, pihak berwenang dari dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina itu meminta warga sipil untuk mengungsi ke Rusia di tengah meningkatnya ketegangan.

Mereka menyebutkan terjadi peningkatan tajam dalam insiden di sepanjang garis gencatan senjata, termasuk penggunaan artileri, mortir, dan tank oleh militer Ukraina.

Mendengar tudingan ini, Ukraina telah membantah isu terkait rencana untuk merebut kembali wilayah tersebut secara paksa.

Sementara di sisi lain, AS dan NATO terus menuduh bahwa Rusia berniat menyerang Ukraina 'kapanpun'.

Bahkan setelah perkiraan tanggal invasi 16 Februari berlalu tanpa insiden.

Biden memang terus mengulangi peringatan terhadap serangan Rusia yang kian menguat, namun ia mencatat bahwa AS 'tidak akan mengirim pasukan untuk berperang di Ukraina, melainkan akan terus mendukung rakyat Ukraina'.

Ia mengutip ratusan juta bantuan militer mematikan yang telah diberikan ke negara itu dalam beberapa bulan terakhir.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa aliansi NATO akan mempertahankan wilayahnya sendiri.

"Jangan salah, jika Rusia mengejar rencananya, itu akan bertanggung jawab atas bencana dan pilihan perang yang tidak perlu. AS dan sekutu kami siap untuk mempertahankan setiap inci wilayah NATO dari ancaman apapun terhadap keamanan kolektif kami," tegas Biden.

Sementara itu, Rusia telah berulang kali membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai 'histeria' serta 'berita palsu'.

Negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu juga menyatakan bahwa kehadiran pasukannya di dekat perbatasan Ukraina serta misi pelatihan di negara tetangga Belarusia adalah bagian dari latihan militer rutin.

Di sisi lain, pejabat Ukraina juga telah meremehkan prediksi negara Barat, karena Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Alexey Danilov mengatakan bahwa pemerintah belum melihat bukti 'operasi skala penuh' yang menjulang pada awal pekan ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengkritik tindakan para pemimpin AS dan Eropa, karena memicu 'kepanikan' warganya, dengan pembicaraan terkait serangan. Ia menunjukkan bahwa perkiraan tersebut terlalu 'dilebih-lebihkan'. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Biden Yakin Rusia akan Targetkan Serang Ibu Kota Ukraina, Kiev

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved