Minggu, 12 April 2026

Ical Pasang Badan untuk Airlangga, Begini Penjelasan Lodewijk Paulus

Nama Airlangga Hartarto semakin kukuh sebagai jagoan Partai Golkar untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2024. Teranyar dukungan dari Ical.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ical Pasang Badan untuk Airlangga, Begini Penjelasan Lodewijk Paulus
Kompas.com
Airlangga Hartarto (kiri) dan Aburizal Bakrie 

TRIBUNGORONTALO.COM - Nama Airlangga Hartarto semakin kukuh sebagai jagoan Partai Golkar untuk bertarung di Pemilihan Presiden 2024. Teranyar dukungan dari Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Ical kembali menjadi perbincangan setelah ia menyatakan akan pasang badan untuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang sedang berjuang menjadi calon presiden untuk 2024.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, ia siap pasang badan menghadapi kalangan internal partai yang mengganggu pencalonan Airlangga. "Saya akan pasang badan, jika ada internal yang mengganggu pencalonan Airlangga sebagai capres Golkar. Sekali lagi saya tegaskan, jangan ada yang bermain di genderang orang lain," kata Aburizal dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Lampung, Sabtu (12/2/2022), dikutip dari Antara.

Aburizal menyatakan, setiap kader Golkar harus memliki satu tarikan napas yang sama agar Golkar dapat memenangi pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah pada 2024. "Lebih baik kita bermain genderang kita sendiri. Jadi ingat itu ya, Kita harus solid, karena dengan solid, kita dapat meraih kemenangan," kata Aburizal.

Baca juga: Ketua AMPG Gorontalo Targetkan Golkar Menangkan Pemilu-Pilpres-Pilkada 2024

Ia berpandangan, elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu sudah makin meningkat, begitu pula dengan elektabilitas Airlangga yang sudah disepakati menjadi calon presiden. Aburizal pun mengingatkan agar pencalonan Airlangga harus didukung penuh.

Pria berlatar belakang pengusaha itu berharap, isu negatif dan upaya memecah belah yang dibangun oleh kader ataupun kelompok lain mesti dihindari. "Apabila ada isu-isu yang coba-coba dikembangkan, baik itu di kalangan internal dan eksternal, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, saya katakan orang itu akan berhadapan dengan saya. Saya yakin saya masih berpengaruh," ujar Aburizal.

Tak bisa ditawar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan, pernyataan Aburizal tersebut merupakan penegasan bahwa pencalonan Airlangga adalah hal yang tak bisa ditawar. Lodewijk mengatakan, keputusan mencalonkan Airlangga merupakan hasil Musyawarah Nasional Partai Golkar Tahun 2019 dan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar Tahun 2021.

"Yang saya tangkap dari itu beliau sampaikan bahwa itu sudah amanat Munas tahun 2019. Itu sudah amanat Rapimnas 2021 yang enggak bisa ditawar-tawar lagi bahwa Airlangga sebagai calon presiden dari Partai Golkar," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Selasa (15/2/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Lodewijk, pernyataan Aburizal itu mestinya dimaknai bahwa seluruh kader Golkar mesti solid dan konsisten mengikuti keputusan musyawarah nasional (munas) untuk mencalonkan Airlangga sebagai calon presiden. Lodewijk pun menepis anggapan bahwa pernyataan pria yang akrab disapa Ical tersebut menunjukkan adanya perbedaan pendapat di internal Golkar.

"Beliau ingin sampaikan mari kita konsisten dan fokus bahwa ini amanat Munas dan ini amanat Rapimnas. Karena di partai Golkar tempat untuk mengambil keputusan tertinggi di Munas. Itu saja beliau sampaikan bukan hal lain," kata wakil ketua DPR tersebut.

Riak-riak jelang pemilu Pengamat politik dari Univeristas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, pernyataan Aburizal itu seolah memberi petunjuk bahwa ada segelintir kader Golkar yang ingin mengganggu dan membatalkan pencapresan Airlangga.

Namun, menurut Ujang, hal itu merupakan hal yang wajar terjadi di partai sebesar Golkar. Menurut dia, perbedaan pendapat di tubuh Golkar adalah hal wajar dan biasa. "Setiap ada momen pencapresan, Golkar selalu dinamis. Selalu ada riak-riak kecil soal pencapresan, dan Golkar sudah terbiasa dengan itu," kata Ujang, Rabu (16/2/2022).

Ia pun berpendapat, pernyataan Aburizal merupakan hal yang wajar untuk dilontarkan agar pencalonan Airlangga sebagai calon presiden berjalan sukses. "Pernyataan yang wajar dari Aburizal Bakrie karena ia ingin Golkar punya capres, dan Golkar tidak hanya menjadi follower," ujar Ujang. Namun, ia mengakui, Golkar mesti bekerja keras meningkatkan elektabilitas Airlangga untuk menyolidkan internal partai dalam rangka pencalonan Airlangga. 

Sebab, beberapa hasil survei menunjukkan, elektabilitas Airlangga memang terbilang kecil dibandingkan tokoh-tokoh lain yang digadang-gadang akan menjadi calon presiden. "Masih ada waktu 2 tahun untuk bisa menggenjot elektabilitasnya. Mungkin Golkar punya strategi tertentu agar Airlangga ke depan naik elektabilitasnya," kata Ujang.

Elektabilitas kecil Elektabilitas Airlangga sebagai calon presiden memang kurang menggembirakan bila melihat sejumlah hasil survei beberapa waktu terakhir. Terbaru, hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) di Jawa Barat pada 5-8 Februari 2022 menunjukkan, elektabilitas Airlangga di Tanah Pasundan masih berkisar di angka 1 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved