Rabu, 4 Maret 2026

Analisa Pengamat Politik soal Sindiran Puan dan Jawaban Ganjar

Tensi politik antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali meninggi. Bermula dari sindiran Puan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Analisa Pengamat Politik soal Sindiran Puan dan Jawaban Ganjar
Tribunnews
Ketua DPR Puan Maharani 

Pada Mei 2021, Ganjar tak diundang dalam sebuah acara rangkaian HUT ke-48 PDI-P yang digelar di Panti Marhaen Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh Puan selaku Ketua DPP PDI-P. Dalam rundown acara tertulis bahwa semua kepala dan wakil kepala daerah se-Jawa Tengah diundang, kecuali Ganjar.

Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto bahkan sempat terang-terangan mengatakan bahwa tidak diundangnya Ganjar di acara PDI-P adalah karena Gubernur Jateng itu berambisi maju dalam Pilpres 2024. "Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang, Sabtu (22/5/2021).

Tak hanya itu, dalam acara yang Ganjar tak diundang, Puan menyinggung pemimpin yang hanya muncul di media sosial. Puan mengatakan, sosok pemimpin yang layak menjadi capres ialah orang yang bekerja di lapangan, bukan di media sosial. “Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed (sosial media/media sosial),” kata Puan, Sabtu (22/5/2021).

“Sosmed diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan,” ujarnya. Terkait hal ini, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai bahwa Puan dan Ganjar memiliki rivalitas menuju Pemilihan Presiden 2024.

Sindiran Puan terkait sosok gubernur yang tak menyambut dia, menurut Adi, menambah keyakinan publik bahwa Puan dan Ganjar memang berjarak secara politik.

Kemarahan Puan itu seolah semakin menegaskan bahwa hubungannya dengan Ganjar tidak baik-baik saja, apalagi pernyataan Puan disampaikan menggunakan bahasa yang cukup vulgar.

"Intinya ya secara tidak langsung kalau ditafsirkan, Puan ingin mengatakan Ganjar bukan siapa-siapa di PDI-P, kalau bahasa teman-teman PDI-P lain ya anak kos-kosanlah, cuma ngontrak," kata Adi, Kamis (10/2/2022).

Senada dengan Adi, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, dinamika ini kian memperlihatkan retaknya hubungan Puan dengan Ganjar, serta mempertegas persaingan antara keduanya.

Menurut dia, sangat mungkin Puan merasa tersaingi oleh Ganjar mengingat survei berbagai lembaga menunjukkan bahwa elektabilitas Gubernur Jateng itu jauh mengungguli Puan.

Padahal, Puan merupakan putri dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang tidak lain adalah partai yang menaungi Ganjar. "(Hubungan Puan dengan Ganjar) sedang retak, bahkan patah. Karena Puan tak mau ada matahari kembar soal pencapresan di PDI-P," kata Ujang kepada Kompas.com, Jumat (11/2/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sindiran Puan Maharani, Jawaban Ganjar Pranowo, dan Rivalitas Menuju Pilpres 2024"

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved