Warga Gorontalo Meninggal Seusai 11 Hari Vaksinasi Booster, Ini Penjelasan Ketua Komda KIPI
Komite Daerah (Komda) Provinsi Gorontalo Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP-KIPI) Khusus Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120222-KIPI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komite Daerah (Komda) Provinsi Gorontalo Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP-KIPI) Khusus Covid-19, dr Moh Zukri Antuka menanggapi terkait meninggalnya Sumedi Ali (56), seorang warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo, setelah menjalani vakasinasi dosis ketiga atau booster jenis vaksin moderna.
Antuka pada saat konfrensi pers, Jumat (11/2/2022) mengatakan, berdasarkan informasi ada warga Kota Gorontalo yang meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi booster, Komda KIPI dan Komnas KIPI langsung melakukan audit medis terhadap kasus ini. Tim audit dipimpin langsung oleh Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan.
Zukri kepada TribunGorontalo.com mengatakan hasil audit KIPI.
Kronologi Kasus:
- 21 Januari (2022)
Almarhum mendapat penyuntikan vaksin dosis ketiga
- 22 Januari
Mengalami gejala demam, mual, nyeri kepala, nyeri lambung, suhu 38 derajat dan tekanan darah 110/70.
Almarhum masuk Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Baca juga: Cerita Gubernur Gorontalo Terpapar Covid-19 Omicron
- 22 - 27 Januari
Almarhum tersebut dirawat di RSAS selama 6 hari
- 28 Januari
Almarhum kemudian dipulangkan dari RSAS dalam keadaan sembuh.
- 3 Februari
Almarhum kembali dirujuk ke RSAS dengan keluhan bicara pelo, nyeri kaki kanan, serta sesak napfas.
Dari pemeriksaan rontgen, ada pembesaran jantung dan di-EKG (pemeriksaan elektrokardiogram) ditemukan ada kelainan pada jantung. Hasil computerized tomography atau CT scane kepala ditemukan ada ipal serebri.
- 4 Februari
Almarhum mengeluhkan sesak napas dan dipindahkan di ICU sampai almarhum meninggal dunia.
Zukri menjelaskan, dari hasil audit tersebut, Komda KIPI dan Komnas KIPI menyimpulkan bahwa almarhum meninggal dunia lantaran mengalami stroke dan kelainan jantung.
"Alhamdulilah, almarhum telah mendapat penanganan di RSAS Kota Gorontalo. Dari hasi audit didapatkan kematian dari almarhum adalah coincidence atau kejadian bersamaan.
"Jadi saya tegaskan ini bukan karena vaksinasi," katanya. Lebih lanjut, Zukri mengatakan, bahwa almarhum juga telah melalui screering sebelum menjalani penyuntikan vaksinasi booster. (apr)