Runtuh Pondasi Keimanan dan Gagap Teknologi: Dari Karam Kapal Ro-Ro di Toba hingga Investasi Bodong

Kapal Motor Sinar Bangun merupakan sebuah kapal Feri berjenis Roro yang tenggelam di Utara Danau Toba Sumatera Utara pada tanggal 18 Juni 2018.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo/ist
Kombes Pol Dr Saut Panggabean Sinaga SIK MSi, Direskrimsus Polda Gorontalo 

KAPAL Motor Sinar Bangun merupakan sebuah kapal Feri berjenis Roro yang tenggelam di Utara Danau Toba Sumatera Utara pada tanggal 18 Juni 2018. Kapal Veri ini mengangkut penumpang dari Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras di Kabupaten Simalugun dimana lebih dari 180 penumpang dilaporkan hilang tenggelam bersama kapal.

Tenggelamnya kapal ini dihubungkan dengan mitos ditangkapnya ikan mas yang berukuran besar dan diyakini sebagai penunggu Danau Toba, sehingga tidak kunjung ditemukannya kapal dan para korban yang tenggelam, menyebabkan beberapa masyarakat Toba melakukan berbagai acara spiritual adat sebagai permohonan doa.

Doa kepada siapa? Banyak tokoh adat dan para normal yang dengan bungkusan doa agar kapal dan korban segera ditemukan, selanjutnya menjadi viral atau bertebaran di Youtube acara-acara ritual pencarian dengan prediksi 4 (empat) hari ke depan kapal dan korban akan ditemukan.

Sejujurnya, saya berdoa kepada Tuhanku agar kapal dan korban tidak segera ditemukan dalam kurun waktu 4 (empat) hari ke depan. berita berbagai media menyatakan telah ditemukan kapal dan korban di kedalaman 1.500 feet di dasar danau dan tidak dapat diangkat ke permukaan.

Penemuan posisi berhasil setelah sekitar 2 (dua) mingguan. Saya bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhanku yang penting bukan dalam kurun waktu 4 (empat) hari, Mengapa ?

Investasi Ilegal di Gorontalo

Beberapa hari ini di Gorontalo sedang diguncang oleh pemberitaan tentang investasi illegal Forex. Polda Gorontalo bertindak cepat untuk melakukan penegakan hukum dan memproses tersangka AR dan SB, dimana penegakan Hukum ini tampaknya belum dapat memuaskan keinginan para member yang mengalami kerugian, yang penting buat mereka adalah adanya pengembalian kerugian. Hal ini berdampak pada situasi kamtibmas di Wilayah Provinsi Gorontalo yang mengalami kenaikan suhu.

Dari pertemuan yang dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Gorontalo yang memiliki banyak korban dan admin dalam investasi illegal Forex, dapat digambarkan beberapa situasi antara lain:

1. Masyarakat yang menjadi member menghendaki pengembalian uang kerugian dari para admin;

2. Admin-admin dan tersangka menjanjikan pengembalian kerugian, tetapi bila member melaporkan perkara ini kepada pihak Kepolisian maka Uang tidak kembali.

3. Adanya ancaman-ancaman yang akan mengganggu Sitkamtibmas dan kemungkinan keterlibat dari para aktor intelektual (yang mungkin juga member).

Tampaknya berbagai pandangan dari berbagai tokoh tidak diterima oleh masyarakat yang menjadi member, tidak perduli bahwa “bisnis” ini melawan hukum agama dan hukum Negara, yang penting adalah “ Kerugian dikembalikan ” apapun caranya dan bagaimanapun caranya mereka tidak perduli. Bila perlu mereka akan melakukan pembakaran, saling membunuh bahkan sampai dengan bunuh diri.

Ada juga tokoh yang menyampaikan bahwa hal ini merupakan bencana nasional, mengingat yang menjadi korban sebanyak 20.000 atau bahkan 44.000 Orang (simpang siur), namun faktanya yang melaporkan di Kepolisian tidak lebih dari 10 orang. Karena dianggap bencana nasional, mereka bersedia bersurat atau bermohon kepada Presiden agar kerugian yang dialami di kembalikan. Lucu!

Orang berbisnis illegal atau dapat dikatakan berjudi pada saat menang atau untung tidak pernah ribut. Ketika kalah atau rugi menjadikan ini sebagai bencana Nasional dan menghendaki Presiden turun tangan layaknya Presiden datang ke Lokasi-lokasi bencana alam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved