Basarnas Gorontalo Selamatkan WNA Tiongkok yang Coba Bunuh Diri, Ini Tuntutan Lyu Chang
Kurang lebih enam jam lamanya tim penyelamat (rescue) Basarnas Gorontalo berupaya menyelamatkan Lyu Chang Jiang.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kurang lebih enam jam lamanya tim penyelamat (rescue) Basarnas Gorontalo berupaya menyelamatkan Lyu Chang Jiang, pria 25 tahun yang mencoba bunuh diri pada Minggu (23/1/2022) dini hari.
Lyu yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok tersebut sebagai pekerja turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Hidro (PLTMH) Poduwoma, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pada pukul 01.00 Wita, ia nekat memanjat crane setinggi 15 meter, dan mengancam menjatuhkan diri. Dengan berbahasa asing, ia mengancam pihak perusahaan untuk bisa memulangkan dirinya ke negara asal.
Kendala bahasa dialami oleh tim penyelamat basarnas. Karena itu, pihaknya pun dalam melakukan penyelamatan, tetap menunggu instruksi pengalih bahasa.
“Tim yang diberangkatkan ke sana (TKP) itu ada tujuh orang, dilengkapi dengan peralatan lengkap mountaineering,” ungkap Hendry Pattiruhu, Kasie Operasi Basarnas Gorontalo saat ditemui di ruangannya, Senin (24/1/22).
Hendry bercerita, bahwa memang tim penyelamat ketika sampai ke lokasi, menghadapi kondisi yang amat membingungkan. Sebab, negosiasi dengan korban hanya bisa dilakukan oleh pihak perusahaan.
Baca juga: Inggris Ajak Dunia Bersatu Melawan Agresor Rusia-China
“Ya itu tadi, kesulitan berbahasa. Jadinya hanya pihak perusahaan yang berkomunikasi dengan dia (korban),”
Beruntung, hingga menjelang pagi pukul 07.00 WITA, korban akhirnya mau dibujuk dengan strategi memperlihatkan paspor miliknya. Pihak perusahaan katanya memperlihatkan paspor tersebut kepada korban sebagai tanda bahwa ia akan diizinkan untuk pulang ke negara asalnya.
“Jadi dia ini depresi karena tidak diizinkan pulang oleh perusahaan. Karena memang perusahaan kan juga punya mekanisme sendiri soal kepulangan pekerja, toh. Apalagi ini dia baru bekerja beberapa bulan saja,”
Meski begitu kata Hendry, ketegangan sempat terjadi karena korban ini sudah sempat melompat dari puncak crane. Beruntung, crane tersebut didesain bertingkat, sehingga korban tidak terjun bebas dari ketinggian 15 meter ketika melompat.
“Jadi di crane itu masih ada tingkatan-tingkatan. WNA ini saat melompat dia jatuh ke tingkatan pertama. Itu sekitar dua meter. Tapi meski begitu, ia mengalami luka memar dan tubuhnya lemas,” cerita Hendry.
Kondisi korban yang lemah inilah yang kemudian menambah kesulitan dari tim penyelamat untuk menurunkan korban. Beruntung kata Hendry, korban berhasil diturunkan menggunakan tali harness. (wan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240122-Lyu-Chang-Jiang.jpg)