Jumat, 6 Maret 2026

Tanggapi Arteria Dahlan, Ketua Paguyuban Sunda Gorontalo: Kita Harus Beretika dan Sikap Baik

Paguyuban Pasundan Gorontalo menanggapi pernyataan Arteria Dahlan bernada rasisme saat sidang Komisi III.

Tayang:
Penulis: Dinie S Awwali | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Tanggapi Arteria Dahlan, Ketua Paguyuban Sunda Gorontalo: Kita Harus Beretika dan Sikap Baik
Tribun Gorontalo
Ketua Paguyuban Sunda Gorontalo Aang Sumitra Wijaya 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Paguyuban Pasundan Gorontalo menanggapi pernyataan Arteria Dahlan bernada rasisme saat sidang Komisi III DPR RI dengan Kejaksaan beberapa waktu lalu.

Paguyuban Pasundan Gorontalo mendesak Arteria meminta maaf sama warga Sunda. Ketua Paguyuban Sunda Gorontalo Aang Sumitra Wijaya mengatakan, pernyataan Arteria telah melukai hati orang Sunda.

"Apa yang disampaikan Arteria sangat melukai hati orang Sunda dan membangkitkan sentimen kedaerahan," kata Kang Aang, Minggu (23/1/2022).

Ia menuturkan, dalam UUD 45 pasal 32 ayat (1) berbunyi "negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayahnya".

"Ingat salah satu fungsi DPR RI adalah sebagai lembaga kontrol dari penyelengaraan UU," jelasnya

Aang kepada Tribungorontalo.com berharap tidak ada lagi orang menghina daerah-daerah lain. "Kita harus punya etika dan sikap yang baik apalagi sebagai DPR," ujarnya.

Anggota DPR RI dari PDIP Arteria Dahlan
Anggota DPR RI dari PDIP Arteria Dahlan (Tribunnews)

Minta maaf
Arteria kembali menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang mempersoalkan adanya kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang berbahasa Sunda saat memimpin rapat.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat, kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, semualah, karena saya menganggap orang Sunda itu bagian dari keluarga besar kami," kata Arteria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Politikus PDI-P itu mengaku mempunyai banyak teman, sahabat, dan keluarga yang berasal dari suku Sunda.

Arteria menegaskan, pernyataannya itu tidak bermaksud untuk merendahkan dan menyakiti warga Sunda, serta tidak ada kaitannya dengan PDI-P maupun Fraksi PDI-P.

"Pernyataan atau pertanyaan yang mungkin membuat gaduh ini murni dari saya pribadi selaku anggota DPR RI dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan, tidak ada kaitan dengan fraksi atau dengan partai kami, dan pastinya tidak ada maksud untuk rasis atau merendahkan bahasa atau suku Sunda," ujar Arteria.

Arteria berharap, hubungan silaturahmi antara ia dengan masyarakat Jawa Barat dan suku Sunda dapat terus berjalan sebagai keluarga besar.

Ia juga berharap, kritik yang diarahkan kepadanya terkait pernyataannya itu dapat menjadi pelajaran baginya agar bisa bekerja dengan lebih baik. "Saya prbadi, karena saya lama tinggal di Depok, orang Jawa Barat juga, tentunya tidak ada dari sejak awal untuk mendiskreditkan orang Jawa Barat dan suku Sunda," kata Arteria.

Dalam rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung pada Senin (17/1/2022), Arteria meminta Jaksa Agung Sanitar Burhanuddin untuk mencopot seorang kajati yang berbicara menggunakan bahasa Sunda dalam rapat. Arteria menilai, seorang kajati perlu menggunakan bahasa Indonesia dalam rapat agar tidak menimbulkan salah persepsi orang yang mendengarnya. "Kita ini Indonesia, Pak. Nanti orang takut, kalau pakai bahasa Sunda ini orang takut, ngomong apa, sebagainya. Kami mohon yang seperti ini dilakukan tindakan tegas," ujarnya.

Pernyataan itu pun menuai respons negatif dari publik, khususnya masyarakat Sunda. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Arteria meminta maaf atas perkataannya itu.

"Jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini. Kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi. Sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, di sela kunjungannya di Bali, Selasa (18/1/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

Selain Ridwan Kamil, pernyataan Arteria juga menuai protes dari Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum, Anggota DPR Dapil Jabar yang juga eks Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, budayawan sunda Budi Dalton dan sejumlah pihak lainnya. (apr/din)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved