Kader PDIP: Arteria Dahlan Sudah Murtad dari Ideologi Partai
Ucapan politikus PDIP Arteria Dahlan bikin kontroversi. Bahkan penolakan terhadap Arteria bermunculan di publik.
"Menuntut Arteria Dahlan ini dicopot dari keanggotaan DPR RI oleh DPP PDI Perjuangan, itu pertama. Yang kedua kami minta Mahkamah Kehormatan DPR RI untuk memeriksa Arteria Dahlan."
"Motif apa dibalik pernyataan itu, sehingga seolah-olah Bahasa Sunda ini bahasa yang menakutkan," pungkasnya.
Arteria Dahlan Sudah Keluar Dari Pakem Ideologi Partai
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, pernyataan politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan soal penggunaan bahasa daerah menuai berbagai tanggapan.
Saat itu, Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana menyalami Jaksa Agung ST Burhanudin.
"Saat itu ada Kajati warga Tasikmalaya, salaman ke Jaksa Agung, damang kang, kan Jaksa Agung orang Majalengka. Emang harus pakai bahasa Inggris," kata TB Hasanudin.
Baginya yang sudah duduk lama di DPR RI, tradisi berbahasa campuran antara Bahasa Indonesia dengan bahasa daerah sudah lumrah terjadi.
Dia mencontohkan, di Komisi I DPR RI, dia berkawan dengan Muhammad Farhan asal Bandung.
"Saya ketemu Farhan, kan orang Bandung. Saling sapa. Lalu ada anggota DPR dari Purwokerto ketemu sama orang Solo, ya berbahasa jawa, jadi sah-sah saja," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muncul Baliho 'Arteria Dahlan (Tribunnews)Musuh Orang Sunda' di Bandung, Imbas Ucapan Arteria Soal Bahasa Sunda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/200122-TB-Hasanuddin.jpg)