Kamis, 5 Maret 2026

Proyek Dana PEN Belum Tuntas, Begini Kata Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo

Pemerintah Kabupaten Gorontalo pada awal tahun 2022 ini tengah gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan jalan baru.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Proyek Dana PEN Belum Tuntas, Begini Kata Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo
Tribun Gorontalo
PROYEK - Pembangunan jalan di Kabupaten Gorontalo, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo pada awal tahun 2022 ini tengah gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan jalan baru. Juga melakukan perbaikan beberapa ruas jalan, baik di ibu kota kabupaten maupun di kecamatan yang selama ini diaspirasikan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Gorontalo, Romy Syahrain menjelaskan, total anggaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Gorontalo berkisar Rp 340 miliar.

190122-Romy Syahrain
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Romy Syahrain

Dana terbagi ke dalam dua bidang, yakni Cipta Karya dan Bina Marga.
Menurutnya, sekitar 74 paket kegiatan di dua bidang itu, di antaranya Cipta Karya terdapat 14 paket kegiatan. Sisa paketnya berkisar 60 berada di Bina Marga.

Terkait realisasinya di lapangan, menurut Romi, khusus untuk Cipta Karya sudah sebagaian besar telah selesai tinggal satu paket yang belum rampung karena memang terkendala pekerjaan di lapangan dan juga cuaca.

Sementara di Bina Marga masih ada 8 paket multiyear dan 52 paket yang single year yang masih dikawal pelaksanannya. Sebagian besar dari 52 paket tersebut telah tuntas pekerjaannya.

Hanya saja, ungkap Romi, masih ada sejumlah paket yang belum tuntas pekerjaannya, namun sudah dikonsultasikan dengan pihak terkait, termasuk juga pendamping dana PEN. Dari hasil konsultasi itu Dinas PUPR menekankan kepada para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

190122-Bangun Jalan
PROYEK - Pembangunan jalan di Kabupaten Gorontalo, Senin (17/1/2022).

Khusus pekerjaan yang ditangani oleh Bina Marga berupa jalan dan jembatan, kendalanya hanya pada faktor cuaca yang akhir-akhir ini cukup ekstrem. “Tidak hanya curah hujan yang tinggi tapi juga beberapa sungai yang meluap sehingga menghambat proses pekerjaan,” tandas Romy di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022). Dia mengatakan, pihaknya masih memberikan tambahan waktu untuk dapat menyelasaikan pekerjaan tersebut.

Kendala lainnya yang juga menjadi penghambat adalah banyaknya paket yang keluar dalam waktu yang bersamaan sehingga menyebabkan permintaan material cukup tinggi sementara persediaan material yang terbatas. “Material batu dan stok aspal yang kurang menyebabkan harga yang juga melambung,” terangnya.

Persoalan ini ungkap Romy yang coba diatasi secara step by step agar proses pekerjaan berjalan lancar dan tuntas tepat waktu. “Kita memberikan target waktu kepada mereka untuk menyelesaikan kegiatan tersebut, paling tidak sampai dengan bulan Februari sudah tuntas pekerjaannya,” tandasnya. (ris)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved