Apresiasi TNI, Pangdam Tuejeh Sempat Heran Gorontalo Nol Kasus Covid
Upaya TNI AD Gorontalo dalam mencegah penyebaran Covid-19 mendapat apresiasi dari Panglima Daerah Militer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120122-Mayjen-Denny-Tuejeh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Upaya TNI AD Gorontalo dalam mencegah penyebaran Covid-19 mendapat apresiasi dari Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfret Denny Tuejeh.
Hal itu ia ungkapkan saat memberikan arahan di depan ratusan personel di markas Yonif 713/Satya Tama.
Awalnya Tuejeh mengaku tak percaya dengan angka penyebaran kasus Covid-19 Gorontalo yang cenderung kecil. Ia pun bahkan harus mengonfirmasi perihal angka itu kepada Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone.
“Saya berpikir, hebat sekali ini Gorontalo. Nol, nol terus tambahannya (kasus). Ada apa? Sampe tadi malam saya tanya kepada Danrem. Ternyata memang nol. Tingkat penyebarannya juga nol,” ungkapnya heran.
Baca juga: Apresiasi Prajurit Yonif 713 Gorontalo, Pangdam Tuejeh: Kalian Ngalahin Raider
Ia pun baru menemui sejumlah informasi, bahwa memang angka kasus yang kecil ini karena personel TNI di Gorontalo telah bekerja keras. “Terima kasih untuk itu,” ungkap Alfred yang kemudian disambut tepuk tangan oleh ratusan prajurit.
Ia mengaku salut, sebab personel TNI tetap berada di lapangan ketika semua orang tidak boleh keluar rumah.
Kerja-kerja TNI yang selama ini membantu masyarakat, mendisiplinkan perilaku yang tidak taat protkes menurut Alfred adalah pekerjaan berat.
“Dan itu bukanlah pekerjaan sembarangan. Bahkan yang jago beladiri tadi disuruh begitu (di lapangan di kondisi Covid-19) tidak mungkin berani itu,” ungkap Pangdam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menurut Alfred menyatakan Covid-19 kemungkinan akan menjadi endemi pada 2024.
Artinya masih ada dua tahun lagi. Sementara saat ini, pandemi sudah berjalan kurang lebih dua tahun sejak mewabah pada 2021.
“Kurang lebih empat tahun lebih kalian (personel) akan terus menghadapi situasi ini (Covid-19). Maka yang dibutuhkan bukan lagi pemahaman tentang bagaimana kita harus mengatasi Covid-19 ini. Tapi yang dibutuhkan mental yang kuat. Yang dibutuhkan adalah ketahanan. Hilangkan kebosanan. Tidak boleh surut. Semangat kalian itu untuk terus menyampaikan kepada masyarakat, walaupun sudah berhasil,” katanya. (Tribunnews)