Pekan Pertama, Investor Asing Tarik Rp 1,68 T dari Pasar Keuangan Domestik
nvestor asing tarik uang dari Indonesia. Bank Indonesia dalam laporannya menyebutkan, terdapat aliran modal asing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rupiah-dan-Dolar-AS.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Investor asing tarik uang dari Indonesia. Bank Indonesia dalam laporannya menyebutkan, terdapat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik selama pekan pertama di 2022.
Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 3 Januari 2022 hingga 6 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 1,68 triliun.
“Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 1,68 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp 2,93 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 1,25 triliun,” jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, Jumat (7/1/2022).
Baca juga: Ketua OJK Lapor ke Jokowi: Milenial Banyak Nabung Saham
Dirinya juga melanjutkan, untuk premi credit default swap (CDS) 5 tahun naik ke level 77,27 bps (basis point) per 6 Januari 2022 dari 73,55 bps per 31 Desember 2021.
Erwin mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Kemudian, pihaknya akan melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
“Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya. (Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pekan Pertama 2022, BI Catat Aliran Modal Asing Keluar Rp 1,68 Triliun dari Pasar Keuangan Domestik