Senin, 6 April 2026

Muktamar NU

Said Aqil: Nasionalisme dan Agama Harus Saling Menguatkan

Kaum nasionalisme dan agama harus saling menguatkan untuk membangun Indonesia.

Tayang:
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Said Aqil: Nasionalisme dan Agama Harus Saling Menguatkan
Tribunnews
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj 

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kaum nasionalisme dan agama harus saling menguatkan untuk membangun Indonesia.

Demikian pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj. Kata dia, antara nasionalisme dan agama harus saling menguatkan satu dengan lainnya.

Jangan sampai, kata Said Aqil, kedua pemahaman ini menimbulkan pertentangan.

Hal itu disampaikan Said Aqil saat memberi sambutan pada pembukaan Muktamar NU ke-34 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Daarussa'adah, Seputih Jaya, Lampung Tengah melalui siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (22/12/2021).

Pernyataan tersebut disampaikan Said Aqil, mengacu wasiat dari seorang ulama besar bergelar pahlawan nasional Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Nasionalisme dan Agama adalah dua kutub yang saling menguatkan."

"Keduanya jangan dipertentangkan. Demikianlah pusaka wasiat dari Hadratussyaikh Kyai Hasyim Asy’ari yang diamini dan disuarakan ribuan ulama Pesantren," kata Said Aqil.

Wasiat ini sejalan dengan sifat NU yang memoderasi polarisasi kedua kutub tersebut.

"Bagi NU dan pesantren, menjaga NKRI adalah amanah karena hanya dengan bersetia kepada konstitusi, tatanan bersama dapat terselenggara," kata Said Aqil.

Kegiatan yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amintersebut mengusung tema 'Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia'.

Dalam hal ini, Said Aqil menegaskan, NU hadir untuk terus mengembangkan berbagai peran kemanusiaan.

Said Aqil menyebut, pribadi-pribadi besar dalam sejarah panjang NU dan pesantren adalah kisah-kisah mengenai kemandirian.

Baca juga: Doakan Sukses Muktamar NU, PDIP Pastikan Tak Ada Intervensi Jokowi

"Hanya dengan menjadi mandiri, kita baru mungkin untuk menyumbangkan sesuatu, berkontribusi kepada hidup bersama, berkhidmat pada peradaban dunia," kata Saiq Aqil.

Sejalan dengan 'Visi Indonesia 2045' yang dicanangkan pemerintah Indonesia, NU pun turut mengapresiasinya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved