Bursa Transfer
Liverpool Siapkan 100 Juta Euro untuk Gaet Gelandang Real Madrid
Real Madrid bersiap memasuki babak baru pada musim panas. Mereka menyusun rencana megatransfer untuk memperkuat barisan lini tengah mereka.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Vinicius-Junior-dan-Camavinga.jpg)
The Reds ingin memanfaatkan situasi sang pemain yang belakangan ini mulai kesulitan mengunci posisi sebagai starter reguler.
Di bawah skema taktik yang dinamis di Madrid, Camavinga sering kali harus merelakan tempatnya atau bermain di posisi yang bukan aslinya.
Kondisi inilah yang coba dimanfaatkan oleh tim pemandu bakat Liverpool untuk memberikan tawaran menit bermain yang lebih konsisten.
Liverpool berharap bisa merayu manajemen Madrid dengan tawaran fantastis di kisaran €80 hingga €100 juta.
Angka tersebut dianggap cukup masuk akal untuk pemain sekelas Camavinga yang memiliki potensi jangka panjang luar biasa.
Sebelumnya, Liverpool dikabarkan sempat mencoba mendekati sang pemain pada bursa transfer Januari ini.
Namun, upaya tersebut mendapat penolakan mentah-mentah dari pihak Real Madrid yang enggan melepas asetnya di tengah musim.
Meski gagal di bulan Januari, Liverpool tidak patah arang dan justru semakin optimis untuk mengejar kesepakatan di musim panas.
Mereka percaya bahwa dengan tawaran yang tepat, Madrid mungkin akan melunak demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Baca juga: Kecewa Dipermalukan Benfica, Kylian Mbappe Sebut Real Madrid Tak Bermental Juara
Rencana Real Madrid
Di sisi lain, Real Madrid secara publik menyatakan bahwa mereka belum memiliki niat untuk melepas Camavinga dalam waktu dekat.
Bersama Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, dan Jude Bellingham, Camavinga masih dianggap sebagai pilar masa depan lini tengah Madrid.
Kuartet muda ini diproyeksikan menjadi suksesor jangka panjang dari era emas Casemiro, Modric, dan Kroos.
Namun, di dunia sepak bola profesional, segalanya bisa berubah dengan cepat tergantung pada kebutuhan strategi klub.
Apalagi performa Real Madrid pada paruh pertama musim 2025-26 ini dinilai belum sepenuhnya stabil.
Real Madrid kembali memilih untuk bersikap pasif pada bursa transfer musim dingin Januari ini, sebuah langkah yang cukup berisiko.