Sabtu, 28 Maret 2026

SEPAK BOLA

Jelang Duel Liga Champions, Jose Mourinho Sebut Pelatih Real Madrid Alvaro Seperti Anaknya

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan pernyataan penuh emosi jelang bentrokan timnya melawan Real Madrid pada lanjutan Liga Champions

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jelang Duel Liga Champions, Jose Mourinho Sebut Pelatih Real Madrid Alvaro Seperti Anaknya
TribunGorontalo.com
SEPAK BOLA -- Jose Mourinho menyebut pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, sebagai sosok yang ia anggap seperti anak sendiri jelang duel Liga Champions melawan Benfica. 
Ringkasan Berita:
  • Jose Mourinho menyebut pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, sebagai sosok yang ia anggap seperti anak sendiri jelang duel Liga Champions melawan Benfica. 
  • Mourinho menegaskan tidak pernah berniat menyindir atau memberi tekanan kepada mantan anak asuhnya tersebut. 
  • Laga ini krusial bagi Madrid untuk mengunci tiket 16 besar, sementara Benfica wajib menang demi menjaga asa lolos.

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan pernyataan penuh emosi jelang bentrokan timnya melawan Real Madrid pada lanjutan Liga Champions, Rabu mendatang.

Pelatih asal Portugal itu menyebut pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, sebagai sosok yang ia anggap seperti anaknya sendiri.

Mourinho dan

Arbeloa memiliki hubungan panjang sejak sama-sama berada di Real Madrid pada periode 2010–2013, ketika Mourinho menukangi Los Blancos.

Saat itu, Arbeloa menjadi salah satu pemain yang memiliki hubungan personal paling dekat dengan sang pelatih, di tengah ruang ganti Madrid yang kala itu disebut tengah terpecah.

Pernyataan Mourinho pekan lalu yang mengaku “terkejut” melihat klub besar Eropa dipimpin pelatih minim pengalaman sempat ditafsirkan sebagai sindiran kepada Arbeloa, yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih utama Real Madrid.

Namun Mourinho menegaskan, ia sama sekali tidak berniat menyulitkan atau memberi tekanan kepada mantan anak asuhnya tersebut.

Mourinho juga menjelaskan bahwa ucapannya tersebut di Italia bahkan dianggap sebagai kritik terhadap penunjukan Cristian Chivu sebagai pelatih Inter Milan musim panas lalu.

“Ada satu masalah, baik Chivu maupun Arbeloa adalah anak-anak saya. Mereka bukan sekadar mantan pemain, tapi orang-orang yang spesial,” ujar Mourinho dalam konferensi pers pada Selasa.

“Jika berbicara tentang Alvaro, dari sisi kemanusiaan, pribadi, dan empati personal, dia adalah salah satu pemain favorit saya sepanjang karier melatih,” lanjutnya.

Baca juga: Vinicius Junior dan Kylian Mbappe Tuai Pujian Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa: Terbaik di Dunia

Mourinho menambahkan bahwa meski Arbeloa bukan pemain terbaik yang pernah membela Real Madrid, namun ia adalah salah satu sosok terbaik yang pernah bekerja bersamanya.

“Dia mungkin bukan pemain terbaik yang pernah bermain untuk Real Madrid, tetapi dia jelas salah satu pria terbaik yang pernah bermain untuk saya di Real Madrid,” tegas Mourinho.

Pelatih berusia 63 tahun itu juga menyinggung pengalamannya sendiri saat awal karier kepelatihan, ketika secara mengejutkan ditawari menangani Benfica pada tahun 2000. Karena itu, ucapannya soal pelatih muda tidak bisa dianggap sebagai hinaan.

“Hal terakhir yang akan saya lakukan adalah memberi tekanan kepadanya. Saya ingin semuanya berjalan baik untuknya, dan dia memiliki karier kepelatihan yang luar biasa,” jelas Mourinho.

‘Tak Perlu Telepon’

Mourinho mengungkapkan bahwa ia belum berbicara langsung dengan Arbeloa sejak mantan bek itu menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih Madrid. Namun menurutnya, komunikasi langsung tidak diperlukan.

“Nomor telepon saya sangat rumit. Hanya klub dan keluarga yang memilikinya, sementara ponsel lain saya terus berganti. Orang-orang kehilangan kontak saya, saya juga kehilangan kontak mereka,” kata Mourinho sambil tersenyum.

“Dengan Alvaro, tidak perlu menelepon hanya untuk mengatakan ‘semoga sukses’. Dia tahu itu.”

Mourinho menambahkan bahwa Arbeloa tentu ingin mengalahkan Benfica demi Real Madrid, namun setelah itu tetap berharap Benfica meraih kemenangan di pertandingan lain.

“Tidak perlu telepon,” tegasnya.

Mourinho juga mengakui belum bisa menilai kualitas Arbeloa sebagai pelatih karena belum menyaksikan langsung permainan tim cadangan maupun tim muda Madrid.

“Saya tidak bisa menganalisisnya sebagai pelatih karena saya tidak mengenalnya dalam konteks itu. Saya hanya melihat hasil, bukan perkembangan para pemain muda secara langsung,” ujarnya.

“Saya tidak punya nasihat untuknya. Yang terpenting bagi saya adalah dia bahagia dan menikmati pekerjaannya, karena melatih di era sekarang adalah misi yang sangat sulit.”

Di sisi lain, Real Madrid berpeluang memastikan tiket ke babak 16 besar dengan kemenangan atas Benfica. Sementara itu, Benfica wajib menang dan berharap hasil pertandingan lain berpihak agar bisa lolos ke babak play-off.

Arbeloa sendiri mengaku bisa saja menghubungi Mourinho, namun memilih untuk tidak terlalu mengganggunya.

“Saya sangat bangga mendengar semua yang dia katakan tentang saya. Saya merasa emosional dan bahagia,” ujar Arbeloa, yang mengaku menyimak konferensi pers Mourinho.

“Jose lebih dari sekadar pelatih bagi saya, di semua level. Dia sangat penting dalam karier saya, dan hari ini saya menganggapnya sebagai sahabat dekat. Saya berterima kasih atas kata-katanya dan tidak sabar bertemu besok untuk memeluknya,” katanya.

Sementara itu, bek Real Madrid Alvaro Carreras, yang akan menghadapi mantan klubnya, menilai tekanan selalu menjadi bagian dari kehidupan di Madrid.

“Kami mungkin sedang berada dalam momen bagus dengan tiga kemenangan beruntun, tapi jika besok terjadi hal buruk, itu akan disebut sebagai periode terburuk Madrid lagi,” kata Carreras.

“Saya suka tekanan. Tanpa tekanan, Madrid bukanlah klub yang dicintai semua penggemar,” pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved