Real Madrid
Vinicius Junior dan Kylian Mbappe Tuai Pujian Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa: Terbaik di Dunia
Pekan yang luar biasa bagi Real Madrid akhirnya mencapai puncaknya. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa sukses mencatatkan kemenangan ketiga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Kylian-Mbappe-Vinicius-Junior-dan-Alvaro-Carreras.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kemenangan 2-0 di markas Villarreal membawa Los Blancos melesat ke posisi pertama klasemen sementara La Liga dengan 51 poin, menggeser Barcelona yang baru akan bertanding melawan Real Oviedo.
- Penyerang asal Prancis ini memborong dua gol kemenangan pada babak kedua
- Pelatih Madrid imemuji kerja keras pemain di tengah jadwal padat, serta menonjolkan peran vital duet Mbappe dan Vinicius Junior sebagai pembeda dalam membongkar pertahanan solid Villarreal
TRIBUNGORONTALO.COM – Real Madrid sukses membungkam tuan rumah Villarreal dengan skor 2-0 di Estadio de la Ceramica, Minggu (25/1/2026) dini hari Wita.
Kemenangan ini terasa sangat manis bagi publik Madridista. Pasalnya, tiga poin tambahan ini membawa Los Blancos melesat ke puncak klasemen sementara La Liga, menggusur rival abadi mereka, Barcelona.
Meskipun posisi ini masih bisa berubah tergantung hasil laga Barcelona melawan Real Oviedo pada hari Minggu, Madrid telah memberikan tekanan mental yang luar biasa.
Alvaro Arbeloa, dalam wawancaranya pasca laga bersama Real Madrid TV, menyatakan rasa puasnya.
Pelatih muda itu memuji komitmen anak asuhnya yang terus menunjukkan kerja keras meski jadwal kompetisi sangat padat dan menguras energi fisik.
Arbeloa menekankan bahwa kemenangan di markas Villarreal bukanlah perkara mudah.
"Menang di lapangan ini memiliki nilai yang sangat besar. Ini semua berkat kerja keras para pemain," ungkap Arbelo seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Football Espana, Minggu.
Menurutnya, tim tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih taktik secara mendalam minggu ini.
Sebagian besar waktu dihabiskan untuk pemulihan kondisi fisik pemain agar tetap bugar menghadapi intensitas pertandingan yang tinggi.
Namun, perlahan tapi pasti, para pemain mulai memahami filosofi permainan yang diinginkan Arbeloa. Ia merasa beruntung menangani pemain level dunia yang mampu menyerap instruksi dengan cepat meskipun waktu persiapan sangat terbatas.
Kylian Mbappe Menggila
Bintang utama dalam laga ini tak lain adalah Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu memborong dua gol kemenangan Madrid, yang sekaligus mempertegas dominasinya sebagai mesin gol di tanah Spanyol musim ini.
Arbeloa juga memberikan pujian khusus kepada duet lini depan, Mbappe dan Vinicius Junior.
Baginya, kedua pemain ini adalah sosok pembeda yang saat ini menyandang status sebagai pemain terbaik di dunia sepak bola.
Arbeloa memberikan pujian khusus kepada Kylian Mbappe, yang mencetak dua gol Real Madrid di Vila-Real, dan rekan duetnya di lini depan, Vinicius Junior.
“Mereka berdua adalah yang terbaik di dunia. Mereka sangat lincah, kami mencoba membuat mereka menyentuh bola sebanyak mungkin, mencari situasi agar Vini bisa bergerak ke luar, agar Kylian bisa menerobos ke ruang kosong," bebernya.
"Kami sangat senang memiliki mereka dalam kondisi seperti ini. Mereka adalah dua pemain pertama yang melakukan pressing, membantu para gelandang, solidaritas yang kami butuhkan dari mereka dan sangat senang bahwa hasilnya berupa gol,” tambah Arbeloa.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu menjelaskan bahwa strategi tim adalah membiarkan Vini mengeksplorasi sisi sayap, sementara Mbappe mencari celah untuk menusuk ke ruang kosong di jantung pertahanan lawan.
Keberhasilan ini juga menjadi bekal berharga sebelum Real Madrid bertolak ke Portugal untuk menghadapi Benfica di Liga Champions pada hari Rabu. Kemenangan di laga tersebut akan memastikan Madrid finis di posisi 8 besar fase liga dan lolos otomatis ke babak 16 besar.
Arbeloa menutup wawancaranya dengan menegaskan bahwa target utama tim adalah mengamankan posisi setinggi mungkin di kompetisi Eropa demi mendapatkan undian yang lebih menguntungkan di fase gugur nanti.
Drama di La Ceramica
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup lambat di babak pertama. Kedua tim tampak sangat berhati-hati dalam menyusun serangan, membuat peluang bersih sangat sulit tercipta di depan gawang.
Villarreal sebenarnya sempat mengancam melalui umpan cerdik Gerard Moreno yang ditujukan kepada Georges Mikautadze. Sayangnya, tendangan voli Mikautadze masih melambung jauh di atas mistar gawang Thibaut Courtois.
Real Madrid pun tak tinggal diam. Vinicius Junior mencoba keberuntungannya melalui tembakan dari tepi kotak penalti, namun bola hanya meluncur tipis di samping tiang gawang Villarreal yang dijaga ketat.
Hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir, papan skor masih menunjukkan angka 0-0. Pertahanan Villarreal yang dipimpin Pau Navarro tampak sangat solid dalam meredam agresivitas para pemain Madrid.
Namun, situasi berubah total hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Real Madrid langsung tancap gas dan berhasil memecah kebuntuan lewat skema serangan yang terencana dengan sangat rapi.
Vinicius Junior menunjukkan kelasnya dengan melakukan penetrasi hingga ke garis gawang. Dalam satu momen langka, ia berhasil melewati Pau Navarro dan melepaskan umpan tarik yang sangat berbahaya ke tengah kotak penalti.
Pemain tengah Villarreal, Pape Gueye, gagal memotong bola tersebut dengan sempurna. Bola liar langsung disambar oleh Kylian Mbappe dengan sontekan ringan yang merobek jala gawang tuan rumah.
Gol tersebut merupakan gol ke-20 Mbappe di La Liga musim ini, sebuah catatan statistik yang fantastis mengingat musim yang masih berjalan cukup panjang bagi penyerang nomor sembilan tersebut.
Setelah unggul satu gol, Villarreal mencoba bereaksi. Mereka keluar menyerang untuk mencari gol penyeimbang, yang otomatis memberikan ruang lebih luas bagi Real Madrid untuk melakukan serangan balik cepat.
Tuan rumah mendapatkan peluang emas melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan cerdik. Gerard Moreno berdiri bebas di dalam kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya secara mengejutkan kembali melambung tinggi.
Memasuki masa injury time, petaka kembali menghampiri Villarreal. Kylian Mbappe dijatuhkan oleh Alfonso Pedraza di area terlarang saat sedang melakukan manuver berbahaya menuju gawang.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Mbappe yang mengambil sendiri tugas tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melakukan tendangan Panenka yang mengecoh penjaga gawang lawan.
Gol kedua tersebut memastikan tiga poin dibawa pulang ke Madrid. Ini menjadi gol ke-21 Mbappe di liga, sekaligus menutup harapan Villarreal untuk mencuri poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Bagi Villarreal, ini adalah kekalahan ketiga secara beruntun. Sebelum dibungkam Madrid, mereka juga menelan pil pahit saat bertandang ke markas Real Betis di liga dan kalah dari Ajax di kompetisi Eropa.
Baca juga: 2 Gol Kylian Mbappe Tuntun Real Madrid ke Puncak Klasemen Liga Spanyol
Rapor Pemain Real Madrid
Kemenangan Real Madrid di La Ceramica tidak lepas dari performa individu yang solid di hampir semua lini. Berikut adalah rapor para pemain Los Blancos dalam pertandingan tersebut:
Thibaut Courtois (6.5): Malam yang cukup santai bagi kiper asal Belgia ini. Villarreal jarang memberikan ancaman berarti ke arah gawangnya, sehingga ia hanya perlu melakukan satu penyelamatan krusial sepanjang laga.
Fede Valverde (7): Bermain di posisi bek kanan, Valverde kembali membuktikan versatilitasnya. Ia sangat aktif membantu serangan dan memberikan keseimbangan di sisi sayap pertahanan Madrid.
Raul Asencio (7): Bek muda ini terus menunjukkan kematangannya. Tampil tenang di bawah tekanan, Asencio sukses mematikan pergerakan penyerang-penyerang berpengalaman milik Villarreal.
Dean Huijsen (7): Setelah beberapa pekan tampil di bawah performa, Huijsen akhirnya kembali ke bentuk terbaiknya. Ia sangat dominan dalam duel udara dan berani melakukan intersep penting.
Alvaro Carreras (6.5): Penampilan yang konsisten dari Carreras. Ia disiplin menjaga areanya dan berkontribusi besar dalam menjaga catatan clean sheet bagi Real Madrid malam ini.
Eduardo Camavinga (6.5): Sempat kesulitan di awal babak pertama dengan beberapa kesalahan umpan. Namun, seiring berjalannya laga, ia mulai mendominasi lini tengah dan memenangkan banyak perebutan bola.
Arda Guler (7): Guler menunjukkan mengapa ia disebut sebagai bakat besar. Visi bermainnya sangat baik dan ia selalu menjadi opsi yang memudahkan rekan-rekannya di lini tengah untuk mengalirkan bola.
Jude Bellingham (7): Meski tidak banyak terlibat dalam penyelesaian akhir di kotak penalti, Bellingham bekerja sangat keras sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. Kontribusi bertahannya juga patut dipuji.
Franco Mastantuono (6.5): Pemain muda Argentina ini tampil penuh energi. Meski belum berhasil mencetak gol atau assist, pergerakannya seringkali merepotkan bek-bek sayap Villarreal.
Kylian Mbappe (7.5): Man of the Match. Sempat terisolasi di babak pertama, ia muncul sebagai pembeda di babak kedua dengan insting gol yang tajam serta keberanian mengeksekusi penalti Panenka.
Vinicius Junior (6.5): Walaupun kesulitan melewati penjagaan ketat Pau Navarro di sebagian besar laga, Vini adalah kunci di balik gol pertama Madrid. Satu momen jeniusnya sudah cukup untuk mengubah hasil pertandingan.
Pemain pengganti seperti Gonzalo Garcia (6) dan Brahim Diaz (6) yang baru kembali dari tugas negara di AFCON juga tampil cukup baik dalam menjaga keunggulan tim di sisa waktu pertandingan.
Daftar Klasemen Sementara La Liga per 25 Januari 2026
(Sumber: Football Espana, Real Madrid)
| Pelatih Real Madrid Incar Kepingan 'Puzzle' Terakhir, Rekan Senegara Cristiano Ronaldo |
|
|---|
| Sindiran Halus Jurgen Klopp Usai Diisukan Jadi Kandidat Pelatih Real Madrid |
|
|---|
| Jika Real Madrid Ingin Datangkan Jurgen Klopp, Satu Pemain Bintang Ini Harus Angkat Kaki |
|
|---|
| Petuah Zidane untuk Pelatih Real Madrid: Para Pemain Harus Menyukai Anda |
|
|---|
| Xabi Alonso Mengundurkan Diri, Ini Sosok Pelatih Baru Real Madrid |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.