Gempa Bumi
Saksi Ungkap Detik-detik Deice Lahia Meninggal Tertimpa Bangunan Akibat Gempa di Sulut
Suasana pagi di kawasan Gedung KONI Sario, Manado, berubah mencekam saat gempa tektonik bermagnitudo 7,6 mengguncang, Kamis (2/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Rasid-Poli-dan-kerusakan-gedung-KONI.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa bermagnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) menyebabkan runtuhnya kanopi Gedung KONI Sario, menewaskan seorang warga lansia, Deice Lahia (69)
- Getaran kuat pukul 06.48 Wita membuat warga berhamburan keluar rumah, termasuk di Bailang. Banyak barang pecah belah rusak, sementara BPBD melakukan pendataan kerusakan dan mengimbau warga tetap waspada gempa susulan
- BMKG menetapkan status siaga tsunami di beberapa wilayah Sulut dan Maluku Utara, seperti Bitung, Minahasa Selatan, Ternate, dan Halmahera
TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana pagi di kawasan Gedung KONI Sario, Manado, berubah mencekam saat gempa tektonik bermagnitudo 7,6 mengguncang, Kamis (2/4/2026).
Rasid Poli, seorang saksi mata, menceritakan detik-detik memilukan saat kanopi sebelah barat gedung tersebut runtuh dan merenggut nyawa seorang warga bernama Deice Lahia (69).
Rasid menuturkan, saat getaran hebat mulai menggoyang bumi pukul 06.48 Wita, ia tengah sibuk mencangkul di lahan samping kanopi gedung.
Dalam hitungan detik, situasi menjadi kalut ketika ia melihat korban berusaha menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya yang berada tepat di bawah struktur kanopi tersebut.
"Beliau (Deice) berlari keluar untuk menyelamatkan diri, tapi sayang sekali bangunan itu lebih cepat roboh," ujar Rasid dengan nada gemetar.
Nahas, Deice yang merupakan kakak dari petinju legendaris Sulawesi Utara, Ilham Lahia, tak sempat menghindar sepenuhnya. Menurut pengamatan Rasid, tubuh wanita lansia tersebut tertimbun material bangunan tepat di bagian tengah kanopi yang ambruk.
Saksi lain di lokasi kejadian menyebutkan bahwa mereka sempat meneriaki korban agar segera menjauh saat getaran pertama terasa.
Namun, korban diduga masih berupaya mengamankan tanaman cabai miliknya di area tersebut sebelum akhirnya reruntuhan menimpanya.
Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi Rasid. Setelah evakuasi dilakukan, ia hanya bisa terduduk lemas di sebuah kursi sambil meneguk air putih dan sesekali menyesap rokok untuk menenangkan diri dari syok yang dialaminya.
Deice Lahia dikenal warga sebagai sosok yang rajin. Sehari-harinya, ia beraktivitas dengan berjualan di sekitar kompleks Lapangan KONI Sario, tempat yang akhirnya menjadi lokasi terakhirnya menghembuskan napas.
Kepergian Deice menjadi duka mendalam bagi komunitas olahraga dan warga setempat, mengingat hubungan kekeluargaannya dengan sosok petinju kawakan, Ilham Lahia. Garis polisi kini telah terpasang di lokasi kejadian untuk mengamankan area kanopi yang rata dengan tanah.
Pihak berwenang pun segera mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit terdekat. Insiden tragis di Gedung KONI ini menjadi satu-satunya laporan korban jiwa yang dikonfirmasi sejauh ini di wilayah Manado akibat guncangan dahsyat tersebut.
Gempa Picu Kepanikan Warga
Guncangan dahsyat yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap ini memicu kepanikan luar biasa di penjuru Kota Manado. Tak hanya di Sario, warga di wilayah lain seperti Bailang pun berhamburan keluar rumah dengan kondisi apa adanya.
Lanny, seorang warga Bailang, mengaku harus melompat dari tempat tidur karena guncangan yang terasa sangat kasar. "Saya kira cuma mimpi, tapi rumah benar-benar goyang. Saya langsung loncat dan lari keluar," ungkapnya.
Meski rumahnya tetap kokoh, ia melaporkan banyak barang pecah belah di dalam rumah yang jatuh dan hancur.
Pemerintah setempat melalui BPBD kini tengah melakukan pendataan kerusakan dan meminta warga tetap berada di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan.
Status Siaga Tsunami di Laut Maluku
Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa berada di koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, atau berjarak 129 km arah tenggara Bitung dengan kedalaman 62 km. Kedahsyatan gempa ini sempat memicu dikeluarkannya Peringatan Dini Tsunami (PD-2).
BMKG merilis daftar daerah yang masuk dalam kategori SIAGA tsunami, antara lain:
Maluku Utara: Kota Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore.
Sulawesi Utara: Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan.
Meskipun wilayah Gorontalo juga merasakan getaran yang kuat, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Cucu Kusmayancu, memastikan wilayahnya tidak masuk dalam daftar ancaman tsunami. Hingga kini, masyarakat di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara diminta tetap waspada dan mengikuti komando evakuasi dari otoritas terkait. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Manado
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.