RUPS Bank SulutGo
Nama-nama Jajaran Komisaris dan Direksi BSG Periode 2026–2031, Ada 2 Sosok Perwakilan Gorontalo
Provinsi Gorontalo resmi memperkuat posisi tawarnya dalam struktur kepemimpinan Bank SulutGo (BSG) untuk periode 2026–2031.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-BSG-dan-Rania-Riris-Ismail.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua tokoh asal Gorontalo resmi menduduki posisi strategis, yaitu Rania Riris Ismail sebagai Komisaris dan Rudianto Katili sebagai Direktur Dana
- RUPS LB yang dipimpin Gubernur Sulut Yulius Selvanus menetapkan Vicky Lumentut sebagai Komisaris Utama dan mempertahankan Revino Pepah sebagai Direktur Utama
- Susunan pengurus yang baru ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Sulawesi Utara dan Gorontalo, dengan fokus pada peningkatan kontribusi ekonomi daerah
TRIBUNGORONTALO.COM – Provinsi Gorontalo resmi memperkuat posisi tawarnya dalam struktur kepemimpinan Bank SulutGo (BSG) untuk periode 2026–2031.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), dua figur penting keterwakilan Gorontalo kini menduduki posisi strategis, baik di jajaran komisaris maupun direksi bank pembangunan daerah tersebut.
Keputusan krusial ini diambil dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat BSG, Jalan Pierre Tendean Nomor 11, Kota Manado, pada Selasa (10/2/2026). Momentum ini menjadi sejarah baru bagi sinergitas ekonomi dua provinsi bertetangga, Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kehadiran perwakilan Gorontalo di kursi pimpinan BSG diharapkan mampu membawa aspirasi pembangunan daerah yang lebih spesifik bagi Bumi Serambi Madinah.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Rania Riris Ismail. Ia resmi ditetapkan sebagai salah satu Komisaris BSG dalam jajaran pengawas strategis.
Penunjukan Rania bukanlah tanpa alasan. Sebagai perwakilan Gorontalo, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan bank sejalan dengan kebutuhan daerah.
Masuknya Rania dalam jajaran komisaris menandai komitmen para pemegang saham untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Rania diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah di Gorontalo dengan manajemen pusat BSG di Manado.
Selain di kursi pengawas, Gorontalo juga menempatkan putra terbaiknya di kursi eksekutif atau jajaran direksi.
Sosok tersebut adalah Rudianto Katili, nama yang sudah tidak asing lagi di industri perbankan wilayah Gorontalo.
Rudianto dipercaya menjabat sebagai Direktur Dana, sebuah posisi kunci yang mengatur aliran likuiditas dan penghimpunan dana pihak ketiga.
Sebelumnya, Rudianto dikenal luas sebagai Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo yang memiliki rekam jejak mumpuni.
Pengalamannya dalam memimpin operasional bank di wilayah Gorontalo menjadi modal utama bagi dirinya untuk mengelola skala yang lebih besar di tingkat pusat.
Penunjukan Rudianto dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran Gorontalo dalam pengelolaan bisnis perbankan secara makro.
Keputusan besar dalam RUPS LB ini dipimpin langsung oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP) BSG, yakni Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Baca juga: 2 Kandidat Calon Komisaris BSG Mencuat Jelang RUPS Bank Sulut Gorontalo, Ini Sosok Mereka
Gubernur Yulius didampingi oleh perwakilan dari PT Mega Corpora sebagai salah satu pemegang saham penting di bank tersebut.
Dalam struktur baru yang telah disepakati, posisi Komisaris Utama (Komut) dipercayakan kepada Vicky Lumentut.
Vicky Lumentut, yang merupakan mantan Wali Kota Manado, dianggap memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat untuk mengawal stabilitas bank.
Jajaran komisaris lainnya juga diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang beragam, mulai dari politik hingga profesional.
Selain Vicky Lumentut dan Rania Riris Ismail, kursi komisaris juga diduduki oleh Djafar Alkatiri.
Nama Jaclyn Koloay juga masuk dalam jajaran pengawas, menambah keterwakilan perempuan dalam struktur elit BSG.
Selanjutnya, terdapat nama Max Kembuan dan Diane yang melengkapi komposisi enam orang di dewan komisaris.
Keenam komisaris ini memiliki tugas berat untuk mengawasi jalannya roda perusahaan agar tetap sehat dan kompetitif.
Beralih ke jajaran direksi, posisi Direktur Utama (Dirut) masih tetap dipercayakan kepada Revino Pepah.
Kepemimpinan Revino dinilai masih sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan program-program strategis yang sudah berjalan.
Di bawah Revino, terdapat deretan direktur yang membidangi urusan teknis dan operasional secara spesifik.
Louisa Parengkuan dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasional, memastikan layanan perbankan tetap prima.
Posisi Direktur Umum kini dijabat oleh Joubert Dondokambey, yang akan mengurusi internal dan manajerial perusahaan.
Sementara itu, urusan pembiayaan dan ekspansi kredit diserahkan kepada Tetty Rampengan sebagai Direktur Kredit.
Rudianto Katili, sebagai representasi Gorontalo, melengkapi jajaran direksi sebagai Direktur Dana.
Terakhir, posisi Direktur Kepatuhan dijabat oleh Mutesa Holdin, yang bertugas memastikan bank taat pada regulasi perbankan.
Sinergi antara tokoh-tokoh dari Sulawesi Utara dan Gorontalo ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi ekonomi regional.
BSG bukan sekadar bank komersial, melainkan motor penggerak pembangunan di wilayah utara Sulawesi.
Dengan masuknya Rania Riris Ismail dan Rudianto Katili, masyarakat Gorontalo menaruh harapan besar pada peningkatan akses permodalan bagi UMKM lokal.
Kepemimpinan baru ini juga ditantang untuk mampu beradaptasi dengan era digitalisasi perbankan yang semakin masif.
Kehadiran wajah-wajah baru dan petahana yang berpengalaman diharapkan menciptakan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas.
Berikut adalah rekapitulasi lengkap struktur kepengurusan Bank SulutGo periode 2026-2031:
Jajaran Komisaris:
Komisaris Utama: Vicky Lumentut
Komisaris: Djafar Alkatiri
Komisaris: Jaclyn Koloay
Komisaris: Max Kembuan
Komisaris: Rania Riris Ismail
Komisaris: Diane
Jajaran Direksi:
Direktur Utama: Revino Pepah
Direktur Operasional: Louisa Parengkuan
Direktur Umum: Joubert Dondokambey
Direktur Kredit: Tetty Rampengan
Direktur Dana: Rudiyanto Katili
Direktur Kepatuhan: Mutesa Holdin
Penetapan ini mulai berlaku sejak diputuskan dalam RUPS LB dan diharapkan segera melakukan akselerasi program kerja di awal tahun 2026.
(TribunGorontalo.com/Tribun-Manado.co.id)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.