Kebakaran Panti Werdha
Fakta-fakta Kebakaran Panti Werdha Sulut, Sistem Keamanan Jadi Sorotan
Tragedi kebakaran di Panti Werdha Damai Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/12/2025) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kesaksian-Nenek-atau-Oma-Rolin-korban-selamat-kebakaran-di-Panti-Werda-Damai.jpg)
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Relawan, warga sekitar, dan petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan para lansia. Banyak penghuni dalam kondisi lemah, bahkan ada yang menggunakan kursi roda.
Mereka harus dibopong keluar melalui pagar dan dinding samping panti. Tubuh lansia dioper satu per satu agar bisa segera menjauh dari api. Situasi penuh kepanikan dan air mata, dengan api yang terus membesar dan asap pekat menyelimuti ruangan.
Seorang warga bernama Reki mengaku berhasil mengevakuasi tujuh orang. Ia menceritakan bagaimana mereka mengangkat lansia di kursi roda melewati pagar. Namun, perjuangan itu tidak selalu berakhir bahagia.
“Kami angkat satu per satu, ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” ujar Reki seperti dilansir dari Tribun Manado, Selasa (30/12/2025).
Beberapa penghuni yang sempat dikeluarkan akhirnya meninggal dunia akibat terlalu lama terpapar asap. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi relawan dan warga yang menyaksikan langsung tragedi tersebut.
Reki mengaku shock dengan kejadian itu. Ia bercerita tentang seorang oma yang berharap bertemu keluarganya pada tanggal 5, namun meninggal dunia sebelum sempat bertemu. Kisah ini menambah kesedihan yang menyelimuti evakuasi.
Evakuasi melalui pagar dan dinding menunjukkan betapa sulitnya akses keluar dari panti. Jalur resmi tidak memadai, sehingga warga harus mencari cara darurat untuk menyelamatkan penghuni.
Situasi ini menegaskan pentingnya jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses. Tanpa itu, proses penyelamatan akan selalu penuh risiko.
Kebakaran ini menjadi bukti nyata bahwa sistem keamanan panti tidak siap menghadapi keadaan darurat. Lansia yang seharusnya dilindungi justru harus menghadapi bahaya besar.
Korban Selamat dan Identifikasi Jenazah
Kebakaran menewaskan 16 penghuni panti lansia, sementara 16 lainnya berhasil diselamatkan. Korban selamat saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Manado.
Jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyatakan pihaknya masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.
Sekda Manado Steven Dandel menuturkan, sebanyak 16 jenazah ditemukan di lokasi kejadian. Proses identifikasi dilakukan agar keluarga bisa segera mengetahui kondisi kerabat mereka.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Banyak yang tidak menyangka panti yang seharusnya aman justru menjadi tempat kehilangan.
Identitas korban selamat mencakup sejumlah lansia berusia 60 hingga 90 tahun. Mereka kini dirawat dengan kondisi beragam, sebagian mengalami trauma berat.
Daftar korban selamat menunjukkan betapa banyak lansia yang harus berjuang di tengah keterbatasan fisik. Mereka membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami peristiwa traumatis.