Badminton Indonesia
Profil Jonatan Christie, Pebulu Tangkis Mundur dari Indonesia Masters 2026
Istora Senayan biasanya menjadi panggung bagi gemuruh "Eea... Eea..." yang mengiringi setiap smes tajam Jonatan Christie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tunggal-putra-indonesia-jonatan-christie_20181107_161740.jpg)
Saat ini, sebagai pemain peringkat 4 dunia, ia harus sangat berhati-hati dalam menjaga poin serta fisiknya agar tetap kompetitif di papan atas.
Meskipun Jojo absen, Indonesia tetap mengirimkan wakil-wakil terbaik lainnya untuk berlaga di Istora Senayan.
Di sektor tunggal putra, harapan kini bertumpu pada pundak para pemain muda yang sedang naik daun. Nama Alwi Farhan muncul sebagai salah satu andalan yang diharapkan bisa berbicara banyak di tengah absennya para senior utama.
Selain Alwi, ada Mohammad Zaki Ubaidillah yang siap memberikan kejutan bagi lawan-lawan internasionalnya. Prahdiska Bagas Shujiwo juga masuk dalam daftar pemain yang akan berjuang keras di sektor tunggal putra.
Ketidakhadiran Jojo secara otomatis memberikan tekanan sekaligus peluang emas bagi ketiga pemain muda ini untuk unjuk gigi.
Penonton lokal diharapkan tetap memberikan dukungan penuh kepada para pemain muda yang sedang merintis jalan ini. Tekanan di Istora Senayan dikenal sangat besar dan bisa menjadi bumerang bagi pemain yang tidak siap secara mental. Jojo sendiri melalui pesan-pesannya memberikan dukungan moral bagi adik-adiknya yang akan bertanding membawa nama bangsa.
Menariknya, absennya Jojo juga dibarengi dengan mundurnya beberapa pemain top dunia lainnya di berbagai sektor. Hal ini menunjukkan bahwa padatnya jadwal di awal tahun 2026 memang menjadi tantangan berat bagi para atlet elite dunia. Nama-nama besar seperti An Se Young dan Akane Yamaguchi juga dilaporkan absen dari turnamen ini karena alasan serupa.
Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota
Profil Jonatan Christie
Melihat kembali perjalanannya, Jonatan Christie bukan sekadar atlet, ia adalah ikon bulu tangkis modern Indonesia yang telah melewati banyak fase.
Lahir di Jakarta pada 15 September 1997, Jojo sudah mengenal raket sejak usia yang sangat dini, yakni enam tahun. Ayahnya, Andereas Adi, adalah sosok yang pertama kali mengenalkan dan melatihnya dasar-dasar permainan tepok bulu ini.
Bakat Jojo mulai terasah secara kompetitif saat ia bergabung dengan Klub Taurus, sebuah klub yang membentuk mentalitas juara sejak kecil.
Pada tahun 2008, di usia yang baru 11 tahun, ia sudah mampu mengoleksi tujuh trofi dari berbagai tingkatan kejuaraan. Namanya mulai dikenal luas saat menjuarai Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara yang digelar di Jakarta.
Berkat prestasi luar biasanya di usia dini, ia bahkan pernah dianugerahi penghargaan Satyalancana oleh Presiden SBY pada tahun 2009.
Karier seniornya yang dimulai pada tahun 2013 menandai babak baru di mana ia mulai mencicipi kerasnya persaingan tingkat dunia. Namun, momen puncak popularitasnya terjadi pada Asian Games 2018 di Jakarta, saat ia meraih medali emas yang legendaris.
Tahun 2025 menjadi titik balik besar lainnya dalam karier Jonatan Christie ketika ia memilih jalur independen. Bersama Chico Aura Wardoyo, Jojo memutuskan untuk meninggalkan Pelatnas Cipayung demi karier profesional yang lebih mandiri.
Keputusan ini sempat mengejutkan publik karena Jojo adalah pilar utama tunggal putra di bawah naungan federasi selama bertahun-tahun.