Berita Viral
Pandji Pragiwaksono Dikritik Keras Gara-Gara Lelucon soal Tradisi Toraja, Ini Faktanya
Video lama Pandji Pragiwaksono kembali viral, candaannya soal tradisi Toraja menuai kecaman dari warganet dan perhatian publik.
Ringkasan Berita:
- Sebuah potongan video Stand Up Comedy milik Pandji Pragiwaksono kembali viral di media sosial.
- Dalam video itu Pandji membuat lelucon dari bahan dasar tradisi Rambu Solo' atau pemakaman khas Toraja
- Video candaan pun dianggap menyinggung masyarakat Toraja dan memicu kecaman luas dari warganet dan organisasi adat.
- Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang batas humor, sensitivitas budaya, dan tanggung jawab figur publik.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Publik kembali diramaikan dengan nama Pandji Pragiwaksono setelah potongan video pertunjukan stand-up comedynya viral kembali.
Dalam video itu, beberapa segmen dibuat sebagai lelucon untuk menghibur masyarakat luas.
Video tersebut sempat luput dari perhatian, namun kini kembali muncul dan menuai perhatian karena dianggap menyinggung tradisi adat yang sarat makna.
Dalam video tersebut, Pandji dianggap menyinggung masyarakat Toraja karena melontarkan candaan yang dinilai melecehkan tradisi adat Rambu Solo’, upacara pemakaman khas Tana Toraja.
Dalam cuplikan itu, Pandji menyebut bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin akibat memaksakan diri menggelar pesta kematian, bahkan menggambarkan jenazah keluarga yang belum dimakamkan dibiarkan terbaring di ruang tamu, tepat di depan televisi.
Reaksi warganet pun beragam, mulai dari tertawa hingga mengkritik, menunjukkan bahwa candaan figur publik dapat menimbulkan dampak besar di masyarakat.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa dalam dunia hiburan, batas antara humor dan sensitivitas budaya seringkali menjadi perdebatan hangat.
Dilansir dari TribunToraja.com, Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo, menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan keberatan.
“Kami sangat menyayangkan seorang tokoh publik berpendidikan seperti Pandji menjadikan adat Toraja sebagai bahan lelucon,” ujar Amson saat dihubungi Tribun Toraja, Minggu (2/11/2025) malam WITA.
“Ada dua hal yang membuat kami terluka. Pertama, pernyataannya bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena pesta adat. Kedua, anggapan bahwa jenazah disimpan di ruang tamu atau depan TV. Itu tidak benar dan sangat menyinggung,” tegasnya.
Amson menjelaskan, dalam tradisi Toraja, jenazah tidak pernah disimpan sembarangan.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Bone Bolango Gorontalo dengan Kekuatan 6,2 Magnitudo
Bila keluarga belum siap menggelar upacara Rambu Solo’, jenazah akan disemayamkan di ruang khusus dengan penghormatan penuh.
“Kalau keluarga memang belum mampu, akan ada kesepakatan bersama untuk memakamkan. Tidak pernah ada yang menaruh jenazah di depan TV,” katanya.
Menurutnya, Rambu Solo’ bukan pesta kemewahan, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia.
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|
| Sering Nonton Konten Dewasa, Remaja Nyaris Rudapaksa Wanita Lansia |
|
|---|
| Viral! Guru Telanjangi Siswa Gara-gara Cari Uang Pecahan Rp 75 Ribu yang Hilang, Berujung Dimutasi |
|
|---|
| Kasus Jebolan Indonesian Idol Diduga Cabuli Siswi SMA, Polisi Belum Tetapkan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/warga-toraja-murka.jpg)