Ramadan 2026
Raih Kesempurnaan Ibadah Ramadan, Ini 6 Amalan di Sepuluh Malam Terakhir
Jika sepuluh hari pertama adalah gerbang rahmat dan sepuluh hari kedua adalah fase maghfirah (ampunan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jemaah-Masjid-Agung-Baiturrahman-Limboto-membeludak-saat-tarawih-malam-kedua-ramadan.jpg)
Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah mandi di antara dua waktu shalat:
كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ قَامَ وَنَامَ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ الْمِئْزَرَ وَاجْتَنَبَ النِّسَاءَ وَاغْتَسَلَ بَيْنَ الْأَذَانَيْنِ وَجَعَلَ الْعِشَاءَ سَحُوْرًا
Artinya: "...Begitu masuk sepuluh hari terakhir, beliau kencangkan sarung, menjauhi istri-istrinya (untuk beribadah), mandi antara dua adzan (waktu Maghrib dan Isya)." (HR Ibnu Abi ‘Ashim).
Hal ini menunjukkan bahwa fisik yang prima adalah modal penting untuk menghidupkan malam-malam mulia.
5. Bersungguh-sungguh Meraih Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah "hadiah" terbesar di bulan Ramadan. Karena waktunya dirahasiakan oleh Allah, satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan memperbanyak amal shalih di sepanjang sepuluh malam terakhir. Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk benar-benar memburu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ini.
Beliau bersabda: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ Artinya: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari dan Muslim). Kesungguhan ini ditandai dengan tidak melewatkan satu malam pun tanpa ibadah, baik itu dengan sedekah, membaca Al-Qur'an, maupun berdzikir.
6. Memperbanyak Doa Memohon Ampunan
Puncak dari kesempurnaan ibadah adalah pengakuan atas segala dosa dan kelemahan diri. Di malam-malam terakhir, doa yang paling utama bukanlah meminta kekayaan atau jabatan, melainkan meminta maaf (ampunan) kepada Allah agar kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir.
Redaksi doa yang sangat dianjurkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ’annī).
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku." Doa ini mencerminkan kerendahhatian seorang hamba yang sangat membutuhkan ampunan Tuhannya. (*)
(Sumber: NU Online)