Kultum Milenial
Kultum Ramadan - Sandi Sahempa Mahasiswa IAIN Gorontalo: Jangan Berlebih-lebihan saat Puasa
Bulan suci Ramadan adalah bulan pengendalian diri. Di bulan ini kita menahan lapar, dahaga, serta menahan hawa nafsu sejak terbit fajar
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Padahal Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, bukan bulan berbelanja.
Kebiasaan berlebih-lebihan juga dapat mengeraskan hati kita. Ketika seseorang terbiasa hidup berlebihan, maka ia akan sulit merasakan kesederhanaan dan sulit memahami penderitaan orang-orang yang kurang mampu.
Padahal salah satu hikmah puasa adalah agar kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh fakir dan miskin.
Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk melatih diri dalam kesederhanaan.
Ambillah makanan secukupnya, berbelanjalah sesuai kebutuhan bukan sekadar keinginan, dan gunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Perbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan kualitas ibadah kita.
Para ulama salaf dahulu sangat mencintai bulan Ramadan. Bahkan ketika Ramadan akan pergi, mereka merasa sedih dan menangis, karena belum tentu mereka akan dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.
Mereka bahkan berharap, seandainya Ramadan bisa hadir sepanjang waktu.
Karena itu, mari kita manfaatkan Ramadan kali ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebab Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya. (*)