Jumat, 6 Maret 2026

Kultum Milenial

Kultum Ramadan - Nassar Said Subetan Mahasiswa IAIN Gorontalo: Ramadan Mengajarkan Kita Memberi

Di bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh.  Kita menahan lapar, menahan dahaga, dan menahan hawa nafsu

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
  • Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membentuk pribadi yang peduli, lembut hati, dan ringan tangan dalam memberi
  • Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah di bulan Ramadan adalah yang paling utama. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi bisa berupa makanan, bantuan, bahkan senyum  
  • Allah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi orang yang bersedekah. Sedekah adalah tabungan terbaik untuk akhirat dan bukti keimanan serta kepedulian terhadap sesama

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Di bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh. 

Kita menahan lapar, menahan dahaga, dan menahan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Namun sesungguhnya, Ramadan tidak hanya mengajarkan kita soal menahan diri secara fisik semata. 

Ramadan hadir untuk membentuk pribadi yang lebih peduli, lebih lembut hatinya, dan lebih ringan tangannya untuk memberi.

Di bulan suci ini pula, Rasulullah SAW sangat menganjurkan kita untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah. 

Amalan-amalan tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar dan pahala yang berlipat ganda. Salah satu amalan yang paling ditekankan adalah sedekah.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Dari hadis ini, kita bisa memahami bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk memperbanyak sedekah. 

Momentum yang mungkin tidak akan kita temui kembali jika Allah tidak lagi mempertemukan kita dengan Ramadan di tahun berikutnya.

Sedekah di bulan Ramadan tidak selalu identik dengan uang. 

Baca juga: Kultum Milenial - Mahasiswa IAIN Gorontalo, Ali Junandar Sumaga: Ramadan Istiqomah hingga Akhir

Sedekah memiliki makna yang sangat luas. Kita bisa bersedekah dengan bahan makanan pokok, dengan menyediakan menu berbuka puasa, dengan membantu hidangan sahur, atau dengan memberi makanan kepada orang yang membutuhkan. Bahkan, sedekah tidak selalu berbentuk materi.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa senyum pun adalah sedekah. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa senyummu kepada saudaramu adalah sedekah bagimu. Betapa indahnya Islam, hingga perkara sederhana seperti senyum pun bernilai ibadah dan dicatat sebagai amal kebaikan.

Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadis adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan ruangan-ruangan khusus di surga. 

Ruangan tersebut begitu indah, hingga jika dilihat dari luar, bagian dalamnya tampak jelas, dan jika dilihat dari dalam, bagian luarnya pun terlihat.

Ruangan-ruangan surga tersebut Allah hadiahkan kepada orang-orang yang gemar bersedekah makanan, kepada orang-orang yang berpuasa, dan kepada mereka yang mendirikan salat di saat kebanyakan manusia terlelap dalam tidur. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Ini menunjukkan bahwa sedekah bukanlah amalan kecil. Sedekah adalah amalan yang mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. Sedekah adalah bukti keimanan, bukti ketulusan, dan bukti bahwa hati kita masih hidup dan peka terhadap penderitaan orang lain.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, di bulan yang penuh keberkahan ini, kita seharusnya tidak hanya fokus menahan lapar dan dahaga. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan. 

Ramadan adalah event terbesar dalam kehidupan seorang mukmin, tempat kita mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan bahwa setiap sedekah yang kita keluarkan akan dilipatgandakan pahalanya. Allah tidak pernah menyia-nyiakan sedikit pun harta yang kita sedekahkan di jalan-Nya.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid ayat 18, Allah berfirman bahwa orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan hartanya kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pahala bagi mereka dan memberikan balasan yang mulia.

Sahabat Ramadan yang dimuliakan Allah SWT, sungguh istimewa pahala bagi orang-orang yang ringan tangannya untuk memberi. 

Sedekah tidak akan pernah memiskinkan kita. Justru sedekah adalah tabungan terbaik yang bisa kita titipkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Apa yang kita keluarkan di dunia, akan kita temui kembali kelak di akhirat dalam bentuk pahala yang berlipat dan keberkahan hidup.

Sebagai penutup dan kesimpulan, pada hari yang ke-13 di bulan Ramadan ini, marilah kita bersama-sama melakukan introspeksi diri. Kita telah melewati sepuluh hari pertama Ramadan. Mari kita renungkan, amal apa saja yang telah kita lakukan, dan amal apa saja yang mungkin kita lalaikan.

Di sepuluh hari kedua ini, mari kita perbaiki diri. Mari kita perbanyak sedekah, perbanyak kepedulian, dan perbanyak kebaikan. 

Jangan sampai Ramadan berlalu, namun tidak meninggalkan bekas perubahan dalam diri kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang gemar memberi, berhati lembut, dan senantiasa memanfaatkan Ramadan sebagai jalan menuju ridha-Nya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved