Peran Saka Nasional Gorontalo

Sinar Monawara dari Papua Ikut Peran Saka Nasional di Gorontalo, Ingin Jadi Taruna Akpol

Sinar Monawara Senni Kadaton tampak sibuk, pagi tadi Rabu (5/11/2025) di Peran Saka Nasional 2025.

|
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Wawan Akuba
Foto: TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)
PERAN SAKA NASIONAL — Sinar Monawara Senni Kadaton saat ditemui TribunGorontalo.com di Bumi Perkemahan Bongohulawa. Sinar merupakan siswi asal Sorong dan anggota Saka Bhayangkara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto — Sinar Monawara Senni Kadaton tampak sibuk, pagi tadi Rabu (5/11/2025) di Peran Saka Nasional 2025.

Namun, di tengah kesibukannya itu, di antara tenda-tenda pramuka, ia berbagi cerita. 

Sinar sendiri  adalah siswi asal Sorong, Papua, yang tergabung dalam Saka Bhayangkara.

Ia datang ke Gorontalo membawa tekad kuat untuk menata masa depan. 

“Saya ingin masuk Akpol setelah lulus SMA,” ucapnya kepada TribunGorontalo.com di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Menurut Sinar, impian itu telah lama ia rancang, dan kini ia mulai menapaki jalannya.

Meski masih duduk di bangku sekolah, Sinar sudah memikirkan alternatif. 

“Kalau tidak lolos, saya akan lanjut kuliah,” tambahnya. 

Baginya, pendidikan tetap menjadi prioritas, apapun hasil dari tes yang akan ia jalani.

Terjun di Dunia Pramuka

Dunia Pramuka bukan hal baru bagi Sinar. Ia sudah mengenal kepramukaan sejak duduk di sekolah dasar. 

“Awalnya ikut-ikut saja, tapi ternyata seru dan nyaman,” tuturnya. 

Dari kegiatan yang awalnya hanya coba-coba, ia menemukan ruang untuk berkembang.

“Di Pramuka kita bisa eksplor banyak hal, jadi lebih merasa tertantang,” lanjutnya. 

Pengalaman itu membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, tangguh, dan siap menghadapi berbagai situasi.

Peran Saka Nasional di Gorontalo menjadi ajang penting bagi Sinar. 

Ia berharap bisa menjalin pertemanan lintas daerah dan membawa pulang cerita untuk dibagikan di ambalannya di Sorong. 

“Saya ingin dapat teman-teman dari luar daerah, lalu cerita ke ambalan masing-masing,” ujarnya antusias.

Baginya, kegiatan nasional seperti ini membuka wawasan baru. 

“Ternyata di Gorontalo itu begini, dan kegiatan nasional itu seperti ini,” katanya.

Di balik semangatnya, ada dukungan keluarga yang kuat. 

Sinar adalah putri dari Umar S Kadaton dan Nurida, dua nama yang menjadi fondasi langkah-langkahnya menapaki masa depan.

Ia tergabung dalam Saka Bhayangkara, satuan yang berfokus pada bidang kebhayangkaraan dan kedisiplinan. 

“Saya dari Saka Bhayangkara,” jawabnya mantap.

Saka Bhayangkara merupakan Satuan Karya di Kerja Sama yang terafiliasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Ketertarikannya pada bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) membuatnya memilih bergabung ke Saka Bhayangkara.

“Karena memang saya tertarik di Saka tersebut,” ucapnya.

Ia merasa nilai-nilai Bhayangkara sejalan dengan cita-citanya.

Baca juga: Naila Nur Nadiva Siswi Sorong Antusias Jejakkan Kaki di Gorontalo, Tak Sabar Menyapa Sherly

Puji Keindahan Gorontalo

Perjalanan menuju Gorontalo bukan hal mudah. Dari Sorong, Sinar menempuh jalur laut menuju Bitung, lalu melanjutkan perjalanan darat dengan bus. 

“Naik kapal biasa saja, tapi pas naik bis dari Bitung ke Gorontalo, kepala betul-betul sakit karena jalanan yang berbelok-belok,” kenangnya sambil tertawa kecil.

Perjalanan itu memakan waktu hampir tiga hari.

“Kurang lebih dua hari, dua hari hampir tiga harian,” jelas Sinar.

Meski melelahkan, semangatnya tak surut sedikit pun.

Ia tiba di Gorontalo dengan semangat baru. Perjalanan panjang itu menjadi bagian dari proses pendewasaan dan pembentukan karakter. 

Dari laut yang tenang hingga jalanan berliku, ia tetap teguh melangkah.

Kesan pertamanya tentang Gorontalo cukup unik. 

“Kita turun dari bis, kepala langsung sakit,” terangnya.

Namun, semua itu terbayar dengan suasana hangat dan semangat kebersamaan di lokasi kegiatan.

Di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Sinar aktif mengikuti berbagai kegiatan. 

Ia terlibat dalam diskusi, simulasi, dan berbagai sesi pelatihan yang disiapkan oleh panitia. 

Semua itu ia jalani dengan antusias. Ia juga banyak belajar dari peserta lain. 

“Banyak teman dari daerah lain yang punya cerita menarik,” bebernya. 

Pertemuan lintas budaya itu menjadi pengalaman berharga yang tak bisa ia dapatkan di tempat lain.

Sinar percaya bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Baginya, Pramuka adalah ruang pembentukan karakter, tempat belajar nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengabdian.

Ia berharap bisa membawa semangat itu ke lingkungan sekitarnya. 

“Saya ingin cerita ke teman-teman di ambalan, supaya mereka juga semangat ikut kegiatan nasional,” tandasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 01 Maret 2026 (11 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:16
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved