Penemuan Mayat Gorontalo
5 Hari Hilang, Anton Ismail Warga Botu Gorontalo Ditemukan Tak Bernyawa
Anton Ismail (68), lansia asal Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, ditemukan tak bernyawa di Desa Molintogupo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Irma-Radjak-mantu-Anton-Ismail-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
Ringkasan Berita:
- Anton Ismail (68), lansia asal Kota Gorontalo yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/5/2026), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulai membusuk di Desa Molintogupo, Bone Bolango, pada Kamis (28/5/2026)
- Sebelum ditemukan warga, pihak keluarga dan kepolisian sudah melakukan pencarian intensif siang-malam di berbagai titik
- Korban yang diketahui sudah mulai pikun dan bekerja sebagai buruh galian C ini akhirnya berhasil diidentifikasi oleh keluarga melalui celana yang dikenakannya
TRIBUNGORONTALO.COM – Anton Ismail (68), lansia asal Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, ditemukan tak bernyawa di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (28/5/2026).
Setelah beberapa hari dinyatakan hilang, pihak keluarga ternyata sempat melakukan pencarian intensif, bahkan hingga dini hari di lokasi tempat jasad korban akhirnya ditemukan.
Saat ini, jenazah Anton telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Toto Kabila untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum dimakamkan pihak keluarga.
Anak mantu Anton Ismail, Irma Radjak (42), menceritakan bagaimana keluarga menerima kabar penemuan mayat yang kemudian dipastikan sebagai Anton Ismail.
Ia mengatakan sejak korban dilaporkan hilang, keluarga terus berupaya melakukan pencarian di sejumlah titik, termasuk area lokasi penemuan.
Dalam keterangannya, Irma mengaku keluarga sempat mencari hingga larut malam, namun tidak menemukan keberadaan korban.
“Sudah cari pak, siang malam kami mencari tidak ada. Tidak ada (di titik penemuan),” ujar Irma.
Bahkan, menurutnya, keluarga berada cukup lama di sekitar lokasi tersebut sebelum jasad ditemukan warga.
“Itu di tempat kejadian penemuan itu, kami sempat sampai jam tiga malam di situ,” katanya.
Irma mengaku keluarga terkejut saat melihat informasi penemuan mayat yang beredar pada Kamis pagi.
Mereka mengetahui kabar tersebut sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan identitas korban.
Setibanya di tempat kejadian, pihak keluarga mencoba mengenali ciri-ciri korban di tengah kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan.
Irma menyebut korban akhirnya dikenali dari celana yang dikenakan.
“Tinggal kami pastikan di celana karena celana tersebut dikenakan saat korban hilang pertama,” ungkapnya.