Demo Sopir Gorontalo
Sopir Kontainer Gorontalo Curhat Antre Solar Bisa Sampai Semalaman
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Gorontalo kembali menjadi sorotan setelah para sopir kontainer mengeluhkan sulitnya
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DEMONSTRASI-Aksi-demonstrasi-di-simpang-lima-Kota-Gorontalo-massa-menuntut.jpg)
Ia mengatakan antrian panjang di SPBU sudah menjadi hal biasa, bahkan sering membuat pekerjaannya terhambat.
“Antrian bisa sampai semalaman, saya saja tinggal di sini rasanya lama apalagi teman-teman saya yang dari luar sana kasihan,” keluh Ahmad.
Ahmad yang sehari-hari mengangkut barang dari pelabuhan ke beberapa wilayah di Gorontalo itu menyebut situasi saat ini justru semakin memburuk.
Ia biasa mengisi BBM di sejumlah SPBU seperti Tinaloga, Tilamuta, hingga kawasan Danau Limboto, namun tetap mengalami kesulitan yang sama.
Menurutnya, penambahan kuota solar yang sebelumnya dijanjikan pemerintah belum memberikan dampak nyata di lapangan.
“Tidak ada perubahan, bahkan lebih parah,” ungkapnya. (*)