Demo Sopir Gorontalo
Sopir Kontainer Gorontalo Curhat Antre Solar Bisa Sampai Semalaman
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Gorontalo kembali menjadi sorotan setelah para sopir kontainer mengeluhkan sulitnya
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DEMONSTRASI-Aksi-demonstrasi-di-simpang-lima-Kota-Gorontalo-massa-menuntut.jpg)
Ringkasan Berita:
- Para sopir kontainer di Gorontalo mengeluhkan kelangkaan solar yang membuat mereka harus mengantre hingga semalaman di berbagai SPBU.
- Mereka menilai pemerintah daerah belum memberikan solusi konkret atas dugaan kebocoran distribusi BBM subsidi sehingga menuntut pembentukan satgas di setiap SPBU.
- Karena belum ada kepastian, massa aksi mengancam akan kembali menggelar demonstrasi jilid kedua dengan tuntutan yang sama.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Gorontalo kembali menjadi sorotan setelah para sopir kontainer mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan di berbagai SPBU.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pengangkutan barang terganggu karena para sopir harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga semalaman, demi memperoleh solar subsidi.
Kelangkaan inilah yang lantas memicu aksi demo siang tadi di Simpang Lima Kota Gorontalo, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Aksi Blokade Sopir Kontainer di Simpang Lima Gorontalo Bikin Dua LSM Sempat Saling Berhadapan
Koordinator lapangan aksi, Erlin Adam, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin memberatkan para sopir di lapangan.
Menurutnya, pemerintah provinsi dinilai belum memberikan kepastian solusi atas persoalan distribusi solar yang mereka alami.
“Ada yang menemui dari Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dan Kaban Kesbangpol Provinsi Gorontalo, namun setelah ada insiden mereka melarikan diri,” ujar Erlin, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan para sopir sebenarnya berharap bisa berdialog langsung dengan Gubernur Gorontalo agar persoalan ini mendapat kepastian.
Namun hingga aksi berlangsung, tuntutan utama terkait distribusi solar dinilai belum dijawab secara konkret oleh pihak pemerintah.
“Meskipun tadi sudah ada yang datang, tapi tidak ada jawaban sama sekali mengenai tuntutan pada aksi hari ini,” katanya.
Baca juga: Seorang Pria Iseng Pasang Bearing Motor di Alat Vital, Tak Bisa Lepas Lari ke Damkar
Dalam aksinya, massa sopir kontainer mendesak adanya langkah nyata berupa pengawasan ketat distribusi solar di SPBU.
Erlin menuntut agar Kapolda Gorontalo, Gubernur Gorontalo, dan pihak Pertamina Patra Niaga menandatangani pakta integritas untuk membentuk satuan tugas (satgas) di setiap SPBU.
Langkah tersebut, menurut mereka, penting untuk mencegah dugaan penyimpangan distribusi dan praktik mafia BBM subsidi.
“Ada pakta integritas pembuatan Satgas di setiap SPBU untuk mencegah adanya kebocoran BBM dan mafia BBM solar khususnya yang ada di Provinsi Gorontalo,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa aksi lanjutan atau “jilid kedua” akan kembali digelar jika tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Sementara itu, salah satu sopir kontainer, Ahmad Posumah, mengaku sangat terdampak kondisi kelangkaan solar tersebut.