PEMPROV GORONTALO
Pemprov Gorontalo Luncurkan 'Pentagon', Kelola 506 Data Sektoral Resmi
Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan Open Data Gorontalo atau "Pentagon" di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-berpidato-dalam-cara-peluncurkan-Open-Data.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Gorontalo meluncurkan portal Open Data “Pentagon” yang mengelola 506 data sektoral dari berbagai OPD, berbasis konsep Satu Data Indonesia
- Peluncuran ini didukung program SKALA dan Pemerintah Australia, menekankan pentingnya konsolidasi
- Gubernur Gusnar Ismail menegaskan data sebagai dasar kepercayaan publik dan arah kebijakan
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan Open Data Gorontalo atau "Pentagon" di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Senin (18/5/2026).
Peluncuran platform data tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga perwakilan Pemerintah Australia.
Nama “Pentagon” sempat menarik perhatian karena identik dengan istilah geopolitik dunia. Namun, pemerintah menegaskan bahwa Pentagon yang dimaksud merupakan singkatan dari Open Data Gorontalo, sebuah portal resmi yang kini mengelola 506 data sektoral dari berbagai OPD.
Peluncuran Pentagon juga menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA).
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjelaskan bahwa perkembangan digital saat ini membuat data menjadi kebutuhan utama dalam pemerintahan, terlebih di tengah era demokrasi yang semakin terbuka. Gusnar menggambarkan bagaimana teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam tata kelola pemerintahan.
Baca juga: Nama-nama Pejabat Dilantik Bupati Bone Bolango, Ismet Mile Rotasi Direktur RSUD Toto Kabila
“Kita sangat bersyukur bahwa suasana pemerintahan seperti ini, kita sangat terbantu dengan apa yang disebut dengan digital,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan digital juga memiliki dampak yang bergantung pada cara penggunaannya. Karena itu, menurut Gusnar, pendampingan dari program SKALA menjadi penting untuk memperkuat tata kelola data pemerintah daerah.
“Dengan panduan tim Skala ini kami terus berupaya untuk melakukan pengelolaan atau tata kelola data ini menjadi lebih baik,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Gusnar menekankan bahwa data merupakan dasar kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia menilai kebijakan yang tidak dibangun berdasarkan data berpotensi menimbulkan penolakan di masyarakat.
“Pentagon merupakan sumber data resmi dari pemerintah,” lugas Gusnar.
Ia mengatakan seluruh arah kebijakan pemerintah nantinya harus mengacu pada data yang sama agar dapat dipertanggungjawabkan secara bersama.
“Agar kita seragam bicaranya, kemudian ketika data itu keluar bisa kita pertanggungjawaban,” imbuhnya.
Meski begitu, Gusnar juga mengingatkan pentingnya metodologi dalam pengelolaan data, termasuk perspektif dan pihak yang melakukan pengambilan data.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo Trizal Entengo menjelaskan bahwa Pentagon dibangun berdasarkan konsep Satu Data Indonesia. Ia menyebut platform tersebut diharapkan mampu mendorong sinkronisasi data pembangunan di daerah.