Selasa, 12 Mei 2026

Tribun Podcast

Kisah Ramdan Liputo Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dulu Penjual Nasi Kuning Keliling

Perjalanan Ramdan Liputo menuju kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo bukanlah sebuah kisah instan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Ramdan Liputo Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dulu Penjual Nasi Kuning Keliling
TribunGorontalo.com
HUMAN INTEREST -- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo saat membagikan kisahnya di Podcast TribunGorontalo.com. 

Ringkasan Berita:
  • Ramdan tumbuh dalam keterbatasan ekonomi sebagai anak seorang tukang dan penjual nasi kuning
  • Memulai langkah politiknya di Partai NasDem pada 2014, ia sempat vakum sebelum akhirnya bergabung dengan PKS pada 2023
  • Ramdan resmi dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW)

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Perjalanan Ramdan Liputo menuju kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo bukanlah sebuah kisah instan.

Di balik posisinya sebagai satu dari 45 legislator Provinsi Gorontalo, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan hidup, keterbatasan ekonomi, hingga mimpi yang terus dipelihara sejak muda.

Politisi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo 3 ini membagikan kisah hidupnya dalam program podcast di Studio TribunGorontalo.com yang dikutip hari ini, Selasa (12/5/2026).

Ramdan menceritakan bahwa keluarganya berasal dari Kecamatan Sipatana, tepatnya di kawasan Bengawan Solo, Kota Gorontalo. Namun, ketika usianya baru menginjak lima tahun, keluarganya pindah ke Limboto mengikuti pekerjaan sang ayah.

“Kemudian di saat saya berumur 5 tahun orang tua pindah ke Limboto karena orang tua saya itu bapak saya seorang tukang yang paling banyak mengerjakan pekerjaan di sana dan ibu saya pasti orang Limboto,” ujarnya.

Sejak kecil, Ramdan sudah terbiasa dengan kesederhanaan. Ayahnya bekerja sebagai tukang, sementara ibunya berjualan demi membantu menopang kebutuhan keluarga. Kondisi ekonomi yang terbatas memaksanya ikut membantu orang tua sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Selain sekolah saat itu saya bantu-bantu orang tua saya jualan nasi kuning,” katanya.

Nasi kuning tersebut dijualnya dengan berkeliling kompleks. Ramdan kecil berjalan kaki sambil menawarkan dagangannya di sepanjang jalan. Dari pengalaman itulah, ia belajar bahwa tempaan perjuangan di usia muda akan menjadi modal berharga saat dewasa kelak.

Ia menyadari bahwa keberhasilannya saat ini tidak lepas dari didikan orang tua yang menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini, meski kala itu keinginan untuk bermain selayaknya anak-anak masih sangat besar.

Ramdan sendiri merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia mengaku hanya dirinya dan kakak ketiganya yang tinggal bersama orang tua, sementara tiga saudaranya yang lain tinggal bersama keluarga sang ayah.

Baca juga: Tren UMKM Kota Gorontalo Dibahas Tuntas di Tribun Podcast, Kadisnaker Tekankan Pentingnya Legalitas

Ramdan Liputo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo terpilih periode 2024-2029 dari partai PKS
Ramdan Liputo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo (FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com)

“Di antara 5 orang itu saya dengan kakak ketiga saya hidup dengan orang tua tiga lainnya hidup dengan keluarga Ayah,” ujarnya.

Masa kecil Ramdan dipenuhi dengan keterbatasan. Uang jajan sangat minim dan perlengkapan sekolah pun seadanya.

Bahkan, barang-barang yang sudah rusak tetap ia gunakan karena kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk membeli yang baru. Meski begitu, ia tetap bersyukur dapat mengenyam pendidikan, sebab kedua orang tuanya selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Sejak SD hingga SMP, Ramdan konsisten membantu ibunya berjualan. Di sekolah, ia mengaku bukan sosok yang terlalu aktif berorganisasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved