Kecelakaan di Gorontalo
Pelajar Gorontalo Terseret 2 Meter usai Ditabrak Mobil, Ini Identitasnya
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-kondisi-mobil-dan-sepeda-motor-yang-mengalami-kecelakaan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mobil Toyota Avanza bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat Street di Jalan Trans Sulawesi, Limboto Barat. Korban adalah pelajar bernama Desi Isamil (13) yang mengalami luka serius
- Mobil dikemudikan Moh. Veichran R. Pulu (29), warga Gorontalo Utara. Tabrakan terjadi saat korban menyeberang jalan dan jarak kendaraan sudah terlalu dekat
- Korban sempat dirawat di RS Dunda lalu dirujuk ke RS Aloe Saboe dalam kondisi kritis. Polisi menegaskan korban masih hidup.
TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Peristiwa nahas tersebut tepatnya berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Tabrakan ini melibatkan satu unit mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi DM 1685 AE.
Mobil tersebut berbenturan keras dengan sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi DM 2679 HW.
Diketahui, pengendara sepeda motor tersebut merupakan seorang pelajar yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Identitas korban adalah Desi Isamil, seorang pelajar yang berasal dari Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Akibat tabrakan yang cukup kuat, Desi Isamil mengalami luka yang sangat serius di sekujur tubuhnya.
Pihak kepolisian melaporkan bahwa korban sempat terseret oleh kendaraan usai benturan terjadi. Jarak seret korban diperkirakan mencapai kurang lebih dua meter dari titik awal tabrakan di aspal.
Kondisi ini memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian yang melihat langsung proses kecelakaan tersebut. Warga segera berkumpul untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terkapar.
Kronologi dan Identitas Pengemudi
Berdasarkan kronologi yang dihimpun TribunGorontalo.com, diketahui arah laju kedua kendaraan tersebut sebelum bersinggungan.
Pihak Polres Gorontalo telah memberikan konfirmasi langsung terkait detail perjalanan kendaraan yang terlibat.
Mobil Avanza putih tersebut dikemudikan oleh seorang pria bernama Moh Veichran R Pulu yang berusia 29 tahun.
Pengemudi mobil diketahui merupakan warga Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.
Saat itu, Moh. Veichran R. Pulu tengah melajukan kendaraannya dari arah Isimu menuju arah Kota Gorontalo.
Namun, di saat yang bersamaan, muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Desi Isamil dari arah yang berbeda.
Pelajar tersebut datang dari arah simpang empat Gapura Yosonegoro dan berniat untuk menyeberang jalan.
Nahas, ketika posisi sepeda motor sudah berada di pertengahan jalan, mobil Avanza tersebut melintas.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan di jalur utama Trans Sulawesi itu pun tidak dapat terhindarkan lagi.
Benturan yang keras mengakibatkan Desi Isamil beserta motornya terseret hingga beberapa meter.
Petugas kepolisian dan warga segera melakukan evakuasi cepat agar korban mendapatkan penanganan medis.
Awalnya, korban segera dilarikan oleh petugas dan warga menuju Rumah Sakit (RS) Dunda Limboto.
Namun, karena luka-luka yang dialami sangat parah, pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuknya.
Desi Isamil kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Kanit Laka Satlantas Polres Gorontalo telah mengonfirmasi bahwa status korban masih dalam kondisi hidup.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi pelajar tersebut memang sangat memprihatinkan.
"Korban belum meninggal, dilarikan ke RS Dunda kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe. Kondisi korban parah," singkatnya.
Baca juga: Siswa SMP Gorontalo Buka Suara soal Komdigo Blokir Medsos Anak di Bawah Umur
Kesimpangsiuran Informasi dan Penanganan Polisi
Sebelum identitas resmi dirilis, peristiwa kecelakaan ini sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.
Publik mengetahui kejadian ini pertama kali melalui tayangan siaran langsung di platform Facebook milik akun Haji Kidu.
Video tersebut memperlihatkan suasana mencekam di lokasi kejadian sesaat setelah benturan terjadi.
Dalam rekaman itu, terlihat mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan yang cukup berat, terutama di bagian depan.
Masyarakat yang menonton siaran tersebut sempat mempertanyakan apakah ini kecelakaan tunggal atau tabrakan antar kendaraan.
Aparat kepolisian tampak sigap berada di lokasi bersama warga untuk mengamankan situasi lalu lintas.
Salah satu tindakan yang diambil adalah mendorong kendaraan yang terlibat kecelakaan ke tepi jalan agar tidak menghambat arus. Langkah ini sangat krusial mengingat jalur Trans Sulawesi merupakan jalur padat yang dilalui kendaraan dari dua arah.
Menariknya, dalam video yang beredar, sempat terdengar informasi yang simpang siur mengenai kondisi korban.
Terdengar suara seseorang di lokasi yang menyebutkan bahwa ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Di perbatasan Limboto dan Isimu, mati di tempat,” ujar seseorang yang terekam dalam video viral tersebut.
Pernyataan serupa juga kembali terdengar dari suara lain yang mengindikasikan hal yang sama.
“Tabrakan, mati di tempat,” tambah suara lain dalam rekaman video yang tersebar luas itu.
Namun, pihak kepolisian melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gorontalo segera meluruskan informasi tersebut.
Aiptu Iskandar Tamrin menyatakan bahwa saat ini petugas masih fokus melakukan penanganan di lapangan.
Pihaknya menjelaskan bahwa Unit Laka sedang bekerja keras untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.