Lebaran Ketupat
Ribuan Warga Padati Tradisi Ketupat Dulomo Selatan, 2.026 Ketupat Dibagikan
Ribuan warga memadati perayaan tradisi ketupat di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (28/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lebaran-Ketupat-di-Gorontalo.jpg)
“Warga yang datang bukan hanya dari Tanggidaa, tapi juga dari luar daerah yang ingin ikut merasakan tradisi ini,” tambahnya.
Selain pembagian ketupat dan arak-arakan, kegiatan juga akan diramaikan dengan berbagai perlombaan tradisional seperti panjat pinang dan tarik tambang yang diikuti oleh masyarakat setempat pada sore nanti.
Namun untuk lomba anyaman ketupat telah dilaksanakan pagi tadi.
Menurut Jamaludin, sebagian besar pendanaan kegiatan masih bersumber dari swadaya masyarakat.
“Sekitar 80 persen dari warga dan takmir masjid, sisanya dari sponsor, baik pemerintah maupun swasta,” jelasnya.
Ia berharap tradisi ketupat di Tanggidaa dapat terus dilestarikan dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah sebagai salah satu agenda budaya tahunan.
Sementara itu, kehadiran Wakil Wali Kota Gorontalo dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Tradisi ketupat sendiri merupakan bagian dari perayaan masyarakat usai Idulfitri, yang identik dengan makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur dan dimasak hingga matang.
Di Tanggidaa atau Kelurahan Dulomo Selatan tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1970-an dan terus dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar daerah yang datang untuk menyaksikan kemeriahannya.
Dengan cuaca yang mendukung dan partisipasi warga yang tinggi, perayaan tradisi ketupat tahun ini berlangsung lancar dan penuh keakraban.
Arus lalu lintas nampak aman lancar meski beberapa waktu terjadi kemacetan namun tidak mengular.(*/Jefri)