Bansos
Penyaluran Bansos untuk 10 Juta Penerima Dikebut Usai Lebaran
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANSOS-Pemerintah-akan-segera-salurkan-bansos-beras-dan-minyak-goreng.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penyaluran bantuan pangan baru mencapai 62 persen dari target 33,2 juta penerima.
- Distribusi sempat terhambat libur panjang dan kini dikebut untuk selesai pada April 2026.
- Pemerintah memastikan bantuan menjangkau hingga wilayah kepulauan sebagai bagian dari menjaga daya beli masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM --- Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Dari total target 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP), realisasi distribusi baru mencapai sekitar 62 persen atau setara 20,5 juta penerima.
Pemerintah melalui Perum Bulog terus mempercepat proses distribusi agar seluruh bantuan dapat tersalurkan.
Upaya ini mencakup wilayah dengan tantangan akses, termasuk kawasan kepulauan seperti Kepulauan Seribu.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa target penyelesaian distribusi ditetapkan paling lambat pada April 2026.
Ia mengakui, sebelumnya penyaluran sempat tertunda akibat rangkaian hari besar seperti Natal, Tahun Baru, hingga Ramadan dan Idulfitri.
"Ini kami juga berkendala kaitan dengan faktor menghadapi natal dan tahun, kami juga menghadapi lebaran dan ramadan kemarin, kami fokus Ramadan dan Lebaran dulu, setelah Ramadan dan Lebaran kami lanjutkan lagi untuk penyaluran untuk selesai harapan kami paling lambat di pertengahan bulan April," kata Rizal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis (26/3/2026).
Setiap penerima bantuan dijadwalkan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Distribusi bantuan juga menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki tantangan logistik tersendiri.
Di Kepulauan Seribu, tercatat sebanyak 4.102 PBP tersebar di sejumlah pulau seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Dari jumlah tersebut, 402 penerima berada di Pulau Untung Jawa.
Rizal turut meninjau langsung proses penyaluran di lokasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa distribusi hingga ke wilayah terpencil menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin akses pangan bagi seluruh masyarakat.
"Kami memastikan bahwa setiap masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, mendapatkan haknya atas pangan. Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. BULOG hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," ujarnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pada kuartal pertama 2026.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
(*)