Sabtu, 28 Maret 2026

Lebaran Ketupat Gorontalo

Warga Jaton di Reksonegoro Gorontalo Habiskan 8 Jam Mengaduk Jenang Lebaran Ketupat

Kuali berdiameter satu meter berisi cairan kental berwarna cokelat kehitaman terus diaduk tanpa henti.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: WawanAkuba | Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Warga Jaton di Reksonegoro Gorontalo Habiskan 8 Jam Mengaduk Jenang Lebaran Ketupat
TribunGorontalo.com
JENANG -- Seorang pria di Desa Reksonegoro, Provinsi Gorontalo, mengaduk jenang di kuali berdiameter semeter. Ia mengaku sudah sejak pagi, Jumat (27/3/2026) mengaduk kudapan yang kerap disalah sebut Dodol tersebut. Proses membuat jenang sudah dilakukan sejak dua hari Lebaran idulfitri mengingat prosesnya yang cukup sulit, terutama memasaknya. FOTO: Wawan Akuba 

Namun dari citra udara, desa ini tampak membentang di antara hamparan hijau lahan pertanian, dengan permukiman yang mengikuti jalur-jalur jalan kecil.

Letaknya tidak jauh dari jalur utama Trans Sulawesi dan berada di sekitar kawasan Bandara Djalaluddin.

Tak heran jika warga kerap menyebutnya sebagai “desa belakang bandara”.

Sesekali, suara pesawat yang melintas menjadi latar yang kontras dengan suasana desa yang tenang dan agraris.

Reksonegoro dikelilingi desa-desa lain di Kecamatan Tibawa, membentuk kawasan yang hidup dari pertanian dan aktivitas sederhana sehari-hari.

Lanskap kebun yang luas menjadi sumber penghidupan sekaligus ruang interaksi warga.

Meski secara geografis cukup strategis, ritme kehidupan di desa ini tetap berjalan pelan.

Tradisi masih dijaga, salah satunya terlihat saat menjelang Lebaran Ketupat. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved