Lebaran 2026
David Hakim Sumringah Bertemu Istri dan Anak di Lapas Gorontalo, Beri Suapan Buah Hati
Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo pada Senin (23/3/2026) pagi menjelang siang, terasa berbeda.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/David-Hakim-59-saat-menyuapi-anaknya-di-Lapas-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Suasana Haru Kunjungan Keluarga di Lapas Gorontalo: Layanan kunjungan di Lapas Kelas II A Gorontalo pada Senin (23/3/2026) diwarnai momen emosional
- Suharti Pakaya rutin menjenguk suaminya untuk memberikan kekuatan, sementara David Hakim, seorang warga binaan, mengungkapkan rasa syukurnya bisa melepas rindu dengan menyuapi anaknya secara langsung
- David Hakim mengonfirmasi telah mendapatkan remisi selama delapan bulan dan menyatakan tekadnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik
TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo pada Senin (23/3/2026) pagi menjelang siang, terasa berbeda.
Para pengunjung datang membawa tas sederhana berisi masakan rumahan, pakaian bersih, dan harapan yang tak pernah padam.
Suharti Pakaya (58) duduk bersama anak perempuannya. Wajahnya tampak tenang, meski guratan lelah tak bisa disembunyikan. Ia datang untuk menjenguk suaminya yang tengah menjalani masa pidana.
“Tadi datang dengan anak perempuan saya yang bungsu," ujarnya singkat.
Kunjungan ini merupakan rangkaian kehadiran keluarga besarnya. Sebelumnya, dua dari tiga anaknya sudah lebih dulu datang berkunjung. Hari ini, giliran Suharti yang menemani si bungsu.
“Anak kami ada tiga. Dua sudah datang kemarin, sekarang giliran saya dengan yang terakhir,” kata perempuan asal Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo tersebut.
Bagi Suharti, jarak dan keadaan bukanlah penghalang untuk tetap hadir sebagai keluarga. Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cara untuk menguatkan sang suami. Ia selalu menyempatkan diri membawa makanan favorit dari rumah.
Ia juga menceritakan bahwa kondisi kesehatan suaminya sempat menurun beberapa waktu lalu.
“Suami saya baru sembuh dari sakit. Alhamdulillah sekarang sudah baikan. Pelayanan di Lapas Gorontalo sangat bagus," ungkapnya pelan.
Baca juga: Hari Terakhir Layanan Kunjungan Lebaran, Lapas Gorontalo Dipadati Ratusan Keluarga Napi
Momen Haru David Hakim
Suasana haru bercampur bahagia juga dirasakan oleh David Hakim (59). Wajahnya tampak lega setelah bertatap muka dengan orang-orang tercinta.
Di tengah pertemuan itu, sebuah momen kecil mencuri perhatian. David duduk bersila di atas tikar merah, berhadapan dengan anaknya. Dengan tangan yang bergerak penuh kehati-hatian, ia menyuapkan makanan ke mulut sang buah hati.
Sesekali ia menatap dalam wajah anaknya, memastikan suapan itu diterima dengan baik. Tak banyak kata yang terucap, namun gerak sederhana itu menunjukkan bahwa ia tetaplah seorang ayah yang ingin memberikan kasih sayang, meski ruang geraknya dibatasi teruji.
“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa bertemu keluarga hari ini. Bisa melepas rindu, apalagi tadi sempat menyuapi anak. Itu sudah sangat berarti bagi saya,” ujar David.
David mengaku telah menjalani masa hukuman lebih dari satu tahun. Selama itu, ia belajar untuk menjalani hari dengan lebih tenang dan ikhlas menerima keadaan.
“Alhamdulillah, di dalam semua baik-baik saja,” tambahnya mengenai kondisinya di dalam lapas.
Bagi warga binaan, kunjungan keluarga adalah pengingat bahwa di luar sana masih ada yang menunggu dan mempercayai mereka.
David pun berbagi kabar baik bahwa dirinya telah mendapatkan remisi.
“Sudah dapat (remisi) delapan bulan,” tuturnya.
Pengurangan masa hukuman tersebut menjadi secercah harapan baginya untuk segera kembali ke pelukan keluarga. Namun lebih dari itu, David menyimpan tekad besar untuk berubah.
Saat ditanya mengenai rencananya setelah bebas, ia menjawab dengan nada bicara yang tulus.
"Kalau sudah bebas, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Mencari pekerjaan baru dan membahagiakan keluarga saya," ucapnya lirih.
Menjelang berakhirnya jam kunjungan, suasana pun berubah haru. Pelukan-pelukan singkat terjadi, dan genggaman tangan terasa lebih erat seolah enggan dilepaskan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.