HUT Kota Gorontalo
HUT ke-298 Kota Gorontalo, Warga Rasakan Perkembangan Ekonomi Kian Meningkat
Ibu kota Provinsi Gorontalo ini terus menunjukkan perkembangan dari berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HUT-Kota-Gorontalo-Irawati-Tuge-Tengah-Warga-Kota-Gorontalo-rrrrr.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kamis 19 Maret 2026, Kota Gorontalo berusia 298 tahun.
- Ibu kota Provinsi Gorontalo ini terus menunjukkan perkembangan dari berbagai sektor
TRIBUNGORONTALO.COM - Kamis 19 Maret 2026, Kota Gorontalo berusia 298 tahun.
Ibu kota Provinsi Gorontalo ini terus menunjukkan perkembangan dari berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara geografis, Kota Gorontalo terletak di bagian utara Pulau Sulawesi dan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, serta jasa di provinsi tersebut.
Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 79,59 km⊃2; dengan jumlah penduduk lebih dari 200 ribu jiwa.
Terdiri dari 9 kecamatan dan puluhan kelurahan, Kota Gorontalo dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan budaya masyarakat Gorontalo.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur terus digencarkan, termasuk penataan kawasan perkotaan, pengembangan pusat perdagangan, serta hadirnya berbagai layanan berbasis digital yang mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah warga pun merasakan langsung dampak perkembangan tersebut.
Aan Ahmad, warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, menilai Kota Gorontalo mengalami banyak kemajuan, terutama dari sisi pembangunan.
Ia mengungkapkan bahwa perubahan itu sangat terasa jika dibandingkan dengan masa kecilnya dahulu.
"Alhamdulillah banyak perkembangan," ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Menurut Aan, sejumlah lokasi di Kota Gorontalo kini sudah jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.
"Dulu saat saya masih kecil, Taruna belum seperi ini," katanya.
Selain pembangunan fisik, ia juga melihat kemajuan dari sisi ekonomi dengan munculnya pusat-pusat industri dan perdagangan.
Sebagai seorang pengemudi ojek online (ojol), Aan merasakan langsung dampak positif dari perkembangan tersebut.
Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi dinilai turut membuka peluang kerja baru.