Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa Teknik Siapkan 2.025 Lampu Hiasi Malam Tumbiltohe di Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mematangkan berbagai persiapan menyambut tradisi Tumbilotohe di kawasan Kampus 4
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TRADISI-TIMBILOTOHE-Potret-persiapan-malam-pasang-lampu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menyiapkan ribuan lampu botol untuk menyambut tradisi Tumbilotohe di kawasan Kampus 4 UNG.
- Sebanyak 2.025 lampu akan dipasang pada rangka bambu yang membentuk gerbang dan lorong cahaya di area depan Perpustakaan kampus.
- Kegiatan yang melibatkan sekitar 100 mahasiswa ini dijadwalkan dimulai setelah salat tarawih dan terbuka untuk masyarakat umum.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mematangkan berbagai persiapan menyambut tradisi Tumbilotohe di kawasan Kampus 4, Kabupaten Bone Bolango.
Pantauan di lokasi, Senin (16/3/2026), deretan rangka bambu tampak berdiri di sejumlah sudut halaman depan Perpustakaan Kampus 4.
Rangka-rangka tersebut membentuk gerbang, lorong hingga instalasi dekoratif yang nantinya akan dipenuhi lampu botol saat malam pelaksanaan.
Sejumlah mahasiswa terlihat masih merampungkan rangka bambu di sisi kiri dan kanan area kampus.
Ada yang mengikat bambu panjang membentuk struktur segitiga memanjang, sementara lainnya menancapkan tiang bambu kecil yang akan menjadi tempat meletakkan lampu.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, mahasiswa lainnya terlihat duduk melingkar di teras gedung kampus sambil merakit ratusan botol kaca.
Mereka memasang sumbu lampu, membersihkan botol, serta merangkai kawat sebagai penyangga sebelum lampu dipasang di area dekorasi.
Baca juga: Bupati Boalemo Rum Pagau Buka Puasa Bersama Anggota DPR Rahmat Gobel
Suasana persiapan berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Para mahasiswa saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyusun instalasi yang akan menjadi jalur dekorasi Tumbilotohe di lingkungan kampus.
Ketua Panitia Pelaksana Tumbilotohe Fakultas Teknik UNG, Aljufri, mengatakan kegiatan tahun ini kembali dipusatkan di Kampus 4 UNG sejak fakultas tersebut dipindahkan ke lokasi tersebut.
“Sejak Fakultas Teknik pindah ke Kampus 4, kegiatan Tumbilotohe memang dilaksanakan di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangka bambu akan dipasang di sepanjang jalur kegiatan untuk menggantung lampu botol sehingga membentuk lorong cahaya yang dapat dilalui pengunjung.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai elemen tambahan seperti lampion, maskot, photo booth, panggung serta dekorasi tradisional tonggolopo untuk memperkaya suasana Tumbilotohe di kawasan kampus.
Sekretaris panitia kegiatan, Dieva Pobela, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan mahasiswa Fakultas Teknik yang digelar setiap Ramadan.
Menurutnya, tahun ini panitia mengangkat tema “Bukti Cahaya Tradisi yang Tak Pernah Padam”.
“Tema ini kami pilih karena ‘Bukti’ merupakan nama angkatan kami, yaitu angkatan 2025. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa tradisi yang sudah lama ada di Fakultas Teknik tetap terus dijaga,” kata Dieva.
Sesuai dengan filosofi angkatan tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 2.025 lampu botol yang akan dipasang dan dinyalakan pada malam kegiatan.
Baca juga: Tak Dapat THR? Disnaker Gorontalo Buka Posko Pengaduan hingga Pasca Lebaran
“Jumlah lampu disesuaikan dengan angkatan kami, yaitu angkatan 2025,” ujarnya.
Persiapan kegiatan ini telah dilakukan sejak sekitar satu bulan terakhir, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan proposal hingga pengumpulan bahan seperti bambu dan botol lampu.
Sekitar seratus mahasiswa terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut. Mereka bekerja bersama menyiapkan rangka dekorasi, instalasi lampu hingga berbagai kebutuhan teknis acara.
Untuk pembiayaan kegiatan, panitia mengandalkan dukungan dari sejumlah pihak.
“Kami menggalang dana dari donatur umum, donatur dari angkatan, serta mengajukan proposal ke beberapa instansi,” jelas Dieva.
Lokasi kegiatan tahun ini juga berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu digelar di depan halte kampus, tahun ini kegiatan dipindahkan ke area depan Perpustakaan Kampus 4 agar ruangnya lebih luas dan penataan dekorasi lebih maksimal.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai setelah salat tarawih sekitar pukul 20.30 Wita dan berlangsung hingga pukul 22.30 Wita.
Pada malam pembukaan, acara akan dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo, dilanjutkan dengan sambutan dari dekan serta ketua panitia.
Selain prosesi penyalaan lampu, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan sejumlah penampilan hiburan seperti tarian tradisional Gorontalo, live music serta penampilan band mahasiswa.
Panitia juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait izin keramaian agar kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang ingin datang menyaksikan langsung suasana Tumbilotohe di kawasan kampus.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi Gorontalo,” pungkas Dieva.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.