PEMPROV GORONTALO
3.000 Keluarga Jadi Penerima Bantuan Langsung Pangan Pemprov Gorontalo
Sebanyak 3.000 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi penerima bantuan langsung pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANTUAN-PANGAN-Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 3.000 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi penerima bantuan langsung pangan
- Keluarga penerima manfaat tersebut tersebar di 332 desa kelurahan Provinsi Gorontalo.
- Pemprov menyiapkan anggaran Rp 252 ribu per paket dengan total dana dalam APBD Provinsi Gorontalo 2026 sebanyak Rp 780 juta.
TRIBUNGORONTALO.COM - Sebanyak 3.000 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi penerima bantuan langsung pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) pada 2026.
Program bantuan tersebut menyasar masyarakat miskin dan sangat miskin (disabilitas dan lansia) yang tersebar di ratusan desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo.
Keluarga penerima manfaat tersebut tersebar di 332 desa kelurahan Provinsi Gorontalo.
Pemprov menyiapkan anggaran Rp 252 ribu per paket dengan total dana dalam APBD Provinsi Gorontalo 2026 sebanyak Rp 780 juta.
Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menjelaskan bahwa program BLP3G merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah.
Ia memastikan program tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo.
“Ini merupakan program yang sudah teranggarkan di APBD Provinsi Gorontalo,” kata Reflin, Senin (9/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 3.000 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 332 desa dan kelurahan se-Provinsi Gorontalo.
Kabupaten Gorontalo menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan paling banyak dibandingkan daerah lainnya.
“Terbesar di Kabupaten Gorontalo dengan 1.330 KPM,” rincinya.
Selain Kabupaten Gorontalo, bantuan tersebut juga disalurkan ke daerah lain dengan jumlah yang cukup besar.
Tercatat Kabupaten Boalemo menerima 824 KPM, sementara Kabupaten Pohuwato sebanyak 846 KPM.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok masyarakat rentan, yakni lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Paket bantuan tersebut berisi empat komoditas utama, yaitu beras 10 kilogram, telur 10 butir, minyak goreng dua liter, dan gula pasir satu kilogram.
Setiap paket bantuan diestimasi senilai Rp 252 ribu per paket.
Reflin juga menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat yang masuk kategori miskin dan sangat miskin berdasarkan klasifikasi desil.
“Sasarannya ini adalah masyarakat yang miskin dan sangat miskin itu di desil satu dan dua, sisanya desil tiga sampai lima sekitar 15 persen,” jelasnya.
Katanya, untuk menjalankan program tersebut, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp 780 juta dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Bantuan pangan ini juga hanya diberikan satu kali dalam setahun. Penyaluran bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum bulan Ramadan.
“BLP3G teranggarkan untuk TA. 2026 sebanyak 3.000 KPM, Jadi waktu pendistribusian kebetulan di bulan Ramadhan,” pungkasnya.
Bantuan Langsung Pangan Untuk Lansia dan Penyadang Disabilitas
Sebelumnya, Kamis (5/3/2025), Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memastikan bantuan yang digulirkan tahun ini benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Penerima bantuan tahun ini difokuskan pada lansia dan penyandang disabilitas. Menurutnya, terdapat perbedaan kondisi penerima di tiap daerah.
Dia ini berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Terlebih bagi lansia dan disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan harian.
Program penyaluran bantuan ini sejatinya berlangsung selama dua bulan. Namun, pelaksanaannya dipercepat selama Ramadan agar manfaatnya lebih terasa.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan progra BLP3G juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
“Itu ditujukan kepada warga yang kurang bisa menjangkau pasar,” kata saat sidak ketersediaan bahan pokok pada Selasa (3/3/2026). (***/Jian)
Pemprov Gorontalo
| Buka Puasa Demokrat, Gusnar Ismail Bahas Isu Strategis dengan Sekjen Gerindra Sugiono |
|
|---|
| Wagub Gorontalo Idah Syahidah Salurkan BLP3G di 4 Kecamatan, Prioritaskan Lansia dan Disabilitas |
|
|---|
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis UNG, Singgung Biaya Studi |
|
|---|
| Sidak Pangan Jelang Idulfitri, Gubernur Gorontalo Pastikan Stok Aman dan Harga Terjangkau |
|
|---|
| Atasi Kemacetan Simpang Lima Telaga, Pemprov Gorontalo Mulai Studi Kelayakan Pembangunan Flyover |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.