RUPS Bank SulutGo
Estimasi Gaji Direksi dan Komisaris BSG Terungkap, Ada yang Terima Rp150 Juta per Bulan
Besaran remunerasi jajaran direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) menjadi perhatian publik seiring
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Gorontalo-dapat-dua-kursi-jabatan-tinggi-di-Bank-SulutGo-BSG.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Besaran remunerasi jajaran direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) menjadi perhatian publik seiring perubahan susunan pengurus hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026.
Berdasarkan dokumen laporan keuangan BSG tahun buku 2023 yang disahkan pada RUPS 2024, tercantum besaran gaji dan tunjangan pengurus yang dapat menjadi gambaran estimasi penghasilan direksi dan komisaris.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, gaji pokok Direktur Utama BSG ditetapkan sebesar Rp101.250.000 per bulan.
Selain itu, Direktur Utama juga memperoleh tunjangan representatif sebesar Rp50.625.000 per bulan.
Dengan komponen tersebut, estimasi total penghasilan Direktur Utama mencapai sekitar Rp151.875.000 per bulan, di luar fasilitas lainnya.
Baca juga: Kakuhu jadi Tersangka Usai Hina-hina Rektor Universitas Muhamadiyah Gorontalo di Medsos
Sementara itu, untuk jajaran direksi selain Direktur Utama, gaji pokok ditetapkan sebesar Rp91.125.000 per bulan.
Direksi juga menerima tunjangan representatif sebesar Rp45.562.500 per bulan.
Dengan demikian, estimasi total penghasilan direksi mencapai sekitar Rp136.687.500 per bulan, belum termasuk fasilitas tambahan lainnya.
Untuk jajaran komisaris, Komisaris Utama menerima gaji pokok sebesar Rp75.937.500 per bulan.
Selain itu, Komisaris Utama memperoleh tunjangan jabatan sebesar Rp25.000.000 per bulan.
Jika digabungkan, estimasi total penghasilan Komisaris Utama mencapai sekitar Rp100.937.500 per bulan.
Adapun komisaris menerima gaji pokok sebesar Rp68.343.750 per bulan serta tunjangan jabatan sebesar Rp22.500.000 per bulan.
Dengan komponen tersebut, estimasi total penghasilan komisaris mencapai sekitar Rp90.843.750 per bulan.
Data remunerasi tersebut merujuk pada hasil keputusan RUPS tahunan sebelumnya yang mengatur penyesuaian gaji dan tunjangan pengurus BSG.
Dalam dokumen itu juga disebutkan adanya penyesuaian gaji pengurus sebesar 12,5 persen serta kenaikan tunjangan representatif direksi sebesar 50 persen.
Meski demikian, besaran tersebut bukan merupakan angka resmi penghasilan pengurus BSG periode 2026–2031.
Data tersebut hanya menjadi gambaran estimasi karena menggunakan acuan laporan keuangan tahun 2024.
Pada RUPS Luar Biasa BSG 2026, pemegang saham menetapkan susunan pengurus baru untuk periode 2026–2031 dengan jumlah kursi direksi dan komisaris masing-masing bertambah menjadi enam orang.
Kursi Bertambah, Gaji Sama
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan meski terjadi penambahan jumlah kursi pengurus, Yulius menegaskan tidak ada penambahan anggaran untuk belanja gaji.
“Anggarannya tetap seperti sebelumnya saat jumlah pengurus lima orang, hanya saja sekarang dibagi untuk enam orang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan manajemen baru BSG untuk bekerja lebih maksimal seiring peningkatan target kinerja perusahaan.
Pada tahun 2026, BSG ditargetkan mampu meraih laba bruto sebesar Rp500 miliar, meningkat dibanding capaian target tahun sebelumnya sebesar Rp400 miliar yang berhasil dipenuhi.
Sementara itu, pengamat ekonomi Sulawesi Utara, Dr Robert Winerungan, menilai perombakan kepengurusan merupakan langkah penyegaran untuk menjaga kinerja BSG sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Robert, pemerintah sebagai pemegang saham memiliki kepentingan agar BSG tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit agar tidak menimbulkan kredit bermasalah yang dapat memengaruhi kinerja bank.
“Indikator bank memang laba, tetapi kredit macet harus tetap dikendalikan. Dengan manajemen baru, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Penambahan jumlah kursi dalam struktur direksi dan komisaris sekaligus menghadirkan wajah-wajah baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan kontribusi BSG terhadap pembangunan ekonomi daerah, termasuk di wilayah Gorontalo.
Berikut susunan lengkap pengurus BSG periode 2026–2031:
- Jajaran Komisaris
Komisaris Utama : Vicky Lumentut
Komisaris : Djafar Alkatiri
Komisaris : Jaclyn Koloay
Komisaris : Max Kembuan
Komisaris : Rania Riris Ismail
Komisaris : Diane
- Jajaran Direksi
Direktur Utama : Revino Pepah
Direktur Operasional : Louisa Parengkuan
Direktur Umum : Joubert Dondokambey
Direktur Kredit : Tetty Rampengan
Direktur Dana : Rudiyanto Katili
Direktur Kepatuhan : Mutesa Holdin
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.