Universitas Negeri Gorontalo
Rektor UNG Lepas Mahasiswa Apoteker untuk Program PKPA di Sumatera
UNG melepas 40 mahasiswa Apoteker Angkatan II untuk PKPA, termasuk 12 mahasiswa ditempatkan di lokasi terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG atas inisiatifnya menjadi bagian dari program nasional PKPA di wilayah bencana, khususnya Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Sesuai laporan yang masuk ke saya, bahwasanya UNG memilih daerah Tamiang. Ketika UNG mengambil bagian di Tamiang itu saya memberikan apresiasi, dan itu merupakan langkah yang sangat baik. Tidak ada keharusan sebenarnya bagi seluruh mahasiswa karena sifatnya sukarela, dan ternyata ada 12 mahasiswa yang berkenan ikut program PKPA di Tamiang,” jelasnya.
Baca juga: Rektor UNG Lantik Pejabat Fungsional, Soroti Integritas dan Komitmen Tridharma
Rektor menambahkan, mahasiswa yang ditempatkan di Aceh Tamiang harus mempersiapkan diri menghadapi kondisi lapangan yang belum sepenuhnya pulih, meski tempat tinggal masih layak dan menuntut kemampuan adaptasi.
“Program PKPA di daerah bencana tentu akan lebih unik dibanding yang bukan daerah bencana. Untuk itu pihak universitas juga akan membantu mensuport, termasuk kemungkinan biaya tempat tinggal, karena itu bagian dari kontribusi UNG untuk saudara-saudara kita di sana,” tambah Rektor.
Di akhir sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kehadiran mahasiswa profesi apoteker, mengingat kawasan timur Indonesia masih kekurangan tenaga kesehatan, termasuk apoteker.
“Bersyukurlah anda sekalian memperoleh kesempatan ini, karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah dilakukan di luar. Semoga dengan keberadaan pendidikan profesi apoteker ini, termasuk keberadaan teman-teman sekalian, dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan sekitarnya,” pungkasnya. (***/UNG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pelepasan-PKPA-UNG-resmi-melepas-40-mahasiswa-Apoteker-Angkatan-II.jpg)