TNI Gorontalo Meninggal
Gugur di Longsor Bandung, Begini Sosok Rein Pasau di Mata Saudaranya, Ternyata Tulang Punggung
Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Rein Pasau di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TNI-AL-GUGUR-Rein-Pasau-merupakan-tulang-punggung-keluarga-Rendi-Pasau-sang-kakak-mengingat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau dikenang keluarga sebagai tulang punggung dan tameng ekonomi rumah tangga.
- Sejak menjadi prajurit TNI AL, Rein perlahan mengubah kondisi hidup keluarga yang sebelumnya serba kekurangan.
- Gugurnya Rein dalam peristiwa longsor di Bandung Barat meninggalkan duka mendalam sekaligus teladan tentang pengabdian dan tanggung jawab.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Rein Pasau di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Tangis dan kesedihan belum reda sejak kabar gugurnya Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, prajurit TNI Angkatan Laut asal Gorontalo, yang meninggal dunia akibat peristiwa longsor di Bandung Barat.
Di balik kepergiannya sebagai prajurit negara, tersimpan kisah tentang sosok anak dan adik yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Rein bukan hanya gugur dalam tugas, tetapi juga meninggalkan kekosongan besar bagi keluarga yang menggantungkan harapan hidup padanya.
Sejak bergabung dengan TNI Angkatan Laut, Rein perlahan mengangkat kondisi ekonomi keluarga yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.
Namun jauh sebelum mengenakan seragam militer, Rein sudah terbiasa membantu keluarga dengan segala kemampuan yang ia miliki.
Hal itu disampaikan oleh kakak sulung almarhum, Rendi Pasau. Dengan mata berkaca-kaca, Rendi menyebut adiknya sebagai tameng keluarga.
Baca juga: KUR Mandiri 2026 Bunga 6 Persen: Panduan Lengkap Cicilan hingga Rp 500 Juta untuk UMKM
“Sejak Rein jadi anggota, dia yang jadi tulang punggung keluarga. Dia itu tameng keluarga dari segi ekonomi,” ujar Rendi usai prosesi pemakaman, Sabtu (31/1/2026).
Rendi menuturkan, keluarga mereka berasal dari kondisi serba kekurangan.
Dari nol, tanpa memiliki apa-apa, Rein berjuang mengubah keadaan dengan caranya sendiri.
Meski memikul beban besar, Rein tak pernah memperlihatkan kesulitan yang ia hadapi.
“Masyaallah sekali dia. Tidak pernah bikin keluarga susah. Dia selalu ada, selalu bantu, tidak pernah mengeluh,” kata Rendi lirih.
Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, Rein menunjukkan tanggung jawab yang besar.
Baca juga: Ibu Muda Tewas Ditabrak Oknum Polisi, Saksi Sebut Pelaku Ngebut hingga Ditemukan Miras di Mobil
Meski memiliki kakak, ia justru mengambil peran penting dalam menopang kehidupan keluarga. Setiap kebutuhan rumah tangga selalu menjadi perhatiannya.
Kesaksian tersebut diperkuat oleh ayah sambung almarhum, Azis Rabiu.
Menurutnya, Rein adalah sosok yang paling bisa diandalkan di dalam keluarga.
“Kalau keluarga butuh apa-apa, Rein selalu paling depan. Dia anak yang paling dibutuhkan,” ujar Azis.
Azis juga menuturkan bahwa Rein bukan hanya peduli pada keluarga inti, tetapi juga dikenal baik dan ringan tangan di lingkungan sekitar. Banyak tetangga yang merasakan langsung kebaikan almarhum.
“Bukan cuma keluarga yang kehilangan. Tetangga juga banyak yang datang menangis. Dia suka membantu siapa saja,” katanya.
Duka paling mendalam dirasakan oleh ibu almarhum, Hasna Biga.
Sejak menerima kabar gugurnya Rein, Hasna terus larut dalam kesedihan. Bahkan, ia sempat pingsan saat pertama kali mendengar kabar tersebut.
Pada prosesi pemakaman, Hasna terlihat terus menangis dan beberapa kali harus dipapah oleh keluarga.
Tangisnya pecah saat jasad Rein diturunkan ke liang lahat. Ia mencium tanah yang menutup makam anaknya, seolah tak ingin berpisah.
Rein dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Pauwo, bersebelahan dengan makam ayah kandungnya.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri keluarga, kerabat, tetangga, serta rekan-rekan almarhum.
Jenazah Rein dipulangkan ke Gorontalo pada Sabtu dini hari menggunakan pesawat komersial.
Setibanya di Bandara Djalaluddin Gorontalo, jenazah disambut dengan prosesi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum.
Baca juga: Jokowi Tetap Tempuh Jalur Hukum soal Ijazah Meski Buka Ruang Maaf
Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sultan Botutihe, jenazah kemudian dimakamkan secara militer.
Upacara tersebut menjadi penanda penghormatan negara kepada prajurit yang gugur saat bertugas.
Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau merupakan salah satu dari 23 prajurit Marinir TNI AL yang gugur dalam peristiwa longsor di Bandung Barat.
Ia bergabung dengan TNI AL sejak tahun 2022 dan bertugas di Yon Komlek 1 Marinir, Menbanpur 1, Pasmar 1.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.