PENAS XVII 2026
Warga Kabupaten Gorontalo Diminta Siapkan 6 Ribu Rumah jadi Homestay untuk Peserta Penas
Provinsi Gorontalo terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) XVII Petani Nelayan yang akan digelar pada 20–25 Juni
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENAS-DI-GORONTALO-Gubernur-dan-Wakil-Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) XVII Petani Nelayan yang akan digelar pada 20–25 Juni 2026 mendatang.
Fokus utama yang kini menjadi perhatian serius adalah kesiapan homestay bagi puluhan ribu peserta yang diperkirakan akan datang dari seluruh Indonesia.
Hal ini menjadi pembahasan dalam rapat terpadu antara panitia nasional, panitia provinsi, dan panitia kabupaten yang berlangsung di aula rumah dinas Gubernur Gorontalo, Rabu (28/1/2029).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Idah Saidah Rusli, bersama jajaran Forkopimda dan unsur terkait lainnya.
Baca juga: Gorontalo Swimming Championship 2026 Resmi Digelar, Pesertanya 213 Atlet dari 5 Provinsi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah.
Selain itu kata dia, pertemuan itu sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan.
“Tujuan rapat ini adalah untuk memastikan pertama kesiapan Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com.
Selain membahas materi yang akan ditampilkan pada Penas XVII, layanan bagi peserta menjadi perhatian utama.
Muljady menyebutkan jumlah peserta diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.
“Estimasi peserta itu kisarannya 30 ribu orang seluruh Indonesia,” bebernya.
Mnurutnya, peserta terbanyak berasal dari provinsi-provinsi tetangga yang memiliki akses jalur darat langsung ke Gorontalo.
Untuk itu, pemerintah provinsi bersama panitia kabupaten saat ini tengah menyiapkan sekitar 6.000 rumah warga yang akan difungsikan sebagai Homestay.
Langkah ini dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Karena yang nanti akan menempati homestay itu akan membayar Rp 160 per hari untuk satu orang,” ungkapnya.
Muljady menjelaskan, pembayaran biaya homestay dilakukan langsung oleh peserta kepada pemilik rumah saat menginap.
“Biaya menginap itu diterima utuh oleh pemilik rumah, jadi tidak ada potongan,” jelasnya.
Lokasi homestay pun diatur agar tidak terlalu jauh dari pusat kegiatan.
Homestay yang disiapkan berada dalam radius sekitar 7 kilometer dari lokasi utama pelaksanaan Penas XVII di GOR David Tony Limboto, Kabupaten Gorontalo,
Tempat itu bisa menjangkau beberapa kecamatan di wilayah sekitar.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut.
Untuk biaya menginap, Muljady menegaskan bahwa tarif yang berlaku sudah termasuk layanan makan bagi peserta.
“Rp160 ribu itu merupakan pembayaran atas biaya menginap dan pemilik rumah harus menyediakan makan pagi dan makan malam bagi para peserta,” jelas Muljady.
Baca juga: Gorontalo Swimming Championship 2026 Resmi Digelar, Pesertanya 213 Atlet dari 5 Provinsi
Bagi masyarakat yang ingin rumahnya dijadikan homestay, pemerintah membuka ruang secara terbuka melalui mekanisme desa.
“Hubungi kepala desa setempat untuk bisa didaftarkan rumahnya, sebagai rumah calon homestay,” pungkasnya.
Setiap rumah diperkirakan dapat menampung antara lima hingga sepuluh orang, menyesuaikan kapasitas yang tersedia.
Standar homestay pun tidak rumit, cukup menyediakan fasilitas dasar seperti kamar tidur, kamar mandi, dan toilet. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.