Berita Populer Gorontalo
7 Berita Populer: Kasus Pengeroyokan Siswi, Ketua RT Ditendang, Gusnar Ismail Hadiri Musyawarah
Gorontalo Populer hari ini: Siswi dikeroyok, Ketua RT ditendang, Lettu H ngamuk di Rutan, Gusnar hadir di Musyawarah Lamahu.
Penulis: Redaksi | Editor: Tita Rumondor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baca-7-berita-populer-hari-ini-Senin-26-Januari-2026.jpg)
Organisasi Huyula Heluma Lo Hulontalo (Lamahu) adalah organisasi warga Gorontalo di perantauan
Kegiatan ini mengusung tema Mopolanggato Huyula: Revitalisasi Spirit Gotong Royong dalam Menghadapi Tantangan Global.
Sejumlah tokoh hadir di antaranya Prof Dr Fadel Muhammad, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Dirjen Perhubungan Udara Lukman Laisa, Irjen Pol (Purn) Yotje Mende, Mayjen TNI (Purn) Afanti Uloli, serta para tokoh masyarakat dan diaspora Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak seluruh tokoh dan warga Gorontalo yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk bersama-sama mendorong dan menguatkan program-program nasional yang berdampak langsung bagi pembangunan Gorontalo.
"Kita memiliki sedikit skali fiskal untuk membangun daerah. Tahun lalu kita memiliki Rp 1,7 triliun, tahun 2026 turun lagi, tinggal Rp 1,5 triliun," kata mantan Wakil Gubernur pertama Gorontalo
Politisi Partai Demokrat mengatakan organisasi Lamahu menjadi gerbong utama untuk menarik fiskal ke Gorontalo. Alasannya organisasi Lamahu banyak tokoh nasional.
"Di sini berada di titik koodinasi pengambilan kebijakan. Organisasi ini penuh para intelektual, para pemikir dan para tokoh berpengaruh," katanya.
Doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Ini memaparkan sejumlah program strategis Provinsi Gorontalo, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan.
"Pertama, yang kami harapkan dapat merubah Gorontalo ke depan yaitu Bandara Djalaluddin harus kita ubah jadi bandara embarkasi haji," katanya.
5 Fakta Kasus Siswi SMA Gorontalo Dikeroyok: Ponsel Dirampas hingga Dipukul Bergantian
Ringkasan Berita:
- Seorang siswi kelas XI SMA Negeri di Kota Gorontalo diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga remaja perempuan di lokasi sepi pada malam hari.
- Korban mengalami luka fisik dan trauma berat, sementara terungkap salah satu terduga pelaku merupakan anak dari seorang tenaga pendidik.
- Orang tua korban menolak penyelesaian damai dan memilih menempuh jalur hukum demi memberikan keadilan dan efek jera.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswi SMA Negeri di Kota Gorontalo mengundang perhatian luas publik.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan luka fisik dan trauma psikologis pada korban, tetapi juga memunculkan sejumlah fakta penting terkait kronologi kejadian, motif, hingga sikap pihak keluarga pelaku.
Berikut lima fakta utama dalam kasus tersebut.
1.Korban Dijebak dan Dipaksa Pergi ke Lokasi Sepi
Peristiwa ini bermula pada Senin malam, 19 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WITA.
(*)