DPRD Provinsi Gorontalo
Tangis Pecah di Ruang Paripurna Saat Pisah Sambut Sekwan DPRD Gorontalo
Suasana emosional mewarnai acara ramah tamah pisah sambut Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
Ringkasan Berita:
- Acara pisah sambut Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo berlangsung penuh kehangatan dan emosi di ruang paripurna DPRD.
- Sejumlah pejabat dan pegawai tampak terharu, bahkan meneteskan air mata saat sambutan perpisahan disampaikan.
- Jabatan Sekwan resmi berganti dari Sudarman Samad kepada Rifli Katili.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Suasana emosional mewarnai acara ramah tamah pisah sambut Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo.
Agenda berlangsung tertutup dan bersifat internal, terlihat dari peserta yang seluruhnya mengenakan seragam dinas berwarna keki.
Ruang paripurna yang biasanya digunakan untuk rapat anggota dewan tampak hampir penuh.
Seluruh kursi yang biasa ditempati 45 anggota DPRD digunakan oleh para pegawai Setwan yang mengikuti acara sejak dimulai sekitar pukul 11.00 Wita.
Baca juga: Kronologi Sepotong Rokok Bikin Dua Rumah di Pulubala Gorontalo Ludes Terbakar
Awalnya, rangkaian acara berjalan formal sebagaimana agenda kedinasan pada umumnya.
Namun suasana berubah menjadi penuh haru ketika Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Setwan DPRD Provinsi Gorontalo, Yani Uno, menyampaikan sambutan perpisahan.
Dalam penyampaiannya, Yani tampak menahan emosi. Suaranya bergetar dan beberapa kali terhenti saat menyampaikan permohonan maaf kepada pejabat yang dilepas, Sudarman Samad.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai hal yang mungkin terjadi selama bekerja bersama.
“Apabila selama kebersamaan kami ada hal yang kurang berkenan di hati pak kadis, kami mohon dimaafkan,” ucap Yani dengan nada lirih.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung dinamika kerja yang kerap diwarnai perbedaan pendapat dalam suasana diskusi.
“Kami juga memohon maaf jika dalam proses diskusi ada tutur kata yang mungkin terdengar meninggi,” lanjutnya.
Yani menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari perjalanan dalam dunia birokrasi pemerintahan.
Menurutnya, rotasi jabatan adalah proses yang lumrah dan menjadi bagian dari siklus kehidupan, sebagaimana perubahan yang terus terjadi dalam berbagai aspek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Proses-pisah-sambut-pejabat-Sekwan-DPRD-Provinsi.jpg)