Kamis, 5 Maret 2026

Gorontalo dalam Data

Ekspor Gorontalo Hampir Rp 800 Miliar, Bea Cukai Catat Neraca Dagang Surplus Rp 763 Miliar

Hingga 30 November 2025, tercatat 593 kali kegiatan ekspor (PEB) dengan total volume 308.155,83 ton dan nilai ekspor mencapai sekitar Rp 797,2 miliar.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ekspor Gorontalo Hampir Rp 800 Miliar, Bea Cukai Catat Neraca Dagang Surplus Rp 763 Miliar
TribunGorontalo.com
PELABUHAN -- Aktivitas ekspor-impor Gorontalo per 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perdagangan luar negeri Provinsi Gorontalo sepanjang 2025 mencatat kinerja luar biasa.

Hingga 30 November 2025, tercatat 593 kali kegiatan ekspor (PEB) dengan total volume 308.155,83 ton dan nilai ekspor mencapai sekitar Rp 797,2 miliar.

Sementara itu, nilai impor hanya sekitar Rp 34,1 miliar, sehingga Gorontalo menikmati surplus neraca perdagangan sekitar Rp 763,1 miliar.

Dominasi ekspor Gorontalo berasal dari sektor perkebunan dan kehutanan, khususnya wood pellet dan produk olahan kelapa.

Kelompok komoditas ini menyumbang hampir seluruh ekspor daerah dengan nilai sekitar Rp 782 miliar.

Produk olahan kelapa seperti coconut cream, coconut water, dan crude coconut oil banyak diekspor ke Malaysia dan China, sementara wood pellet sebagai bahan bakar energi terbarukan rutin dikirim ke Korea Selatan dan Jepang.

Dari sektor perikanan, Gorontalo juga mengekspor tuna, king fish, kerapu, dan kerang hidup ke pasar Jepang, Singapura, dan Thailand dengan nilai sekitar Rp 15,2 miliar.

Meski lebih kecil dari perkebunan, sektor ini tetap menjadi penguat diversifikasi ekspor daerah.

Kinerja ekspor bulan November 2025 sendiri menunjukkan aktivitas yang sangat solid.

Dalam satu bulan, Gorontalo mengekspor barang senilai sekitar Rp 106,1 miliar.

Komoditas terbesar adalah wood pellet dengan nilai sekitar Rp 72,6 miliar, disusul molasses tebu sebesar sekitar Rp 28,3 miliar, menandakan kuatnya permintaan industri energi dan pangan di pasar Asia.

Jika dibandingkan beberapa tahun terakhir, tren ekspor Gorontalo terus menanjak.

Volume ekspor naik dari 170 ribu ton pada 2023, menjadi 238 ribu ton pada 2024, dan melonjak menjadi 308 ribu ton pada 2025.

Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan nilai devisa yang kini hampir menembus Rp 800 miliar, menjadikan Gorontalo salah satu daerah dengan kinerja perdagangan luar negeri paling sehat di kawasan timur Indonesia.

Kepala Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan, menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 merupakan hasil sinergi seluruh pegawai, dukungan para pemangku kepentingan, serta kolaborasi lintas instansi dan aparat penegak hukum di wilayah Gorontalo. 

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Berangkat dari fondasi tersebut, Bea Cukai Gorontalo akan terus memperkuat perannya dalam mendukung ekspor nasional, menjaga efektivitas pengawasan, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing,” ujarnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved