Khotbah Jumat Gorontalo
Ukhuwah Jadi Fondasi Kehidupan, Ini Pesan Khotbah di Masjid Al-Munir
Nilai persaudaraan dalam Islam kembali ditegaskan dalam khutbah Jumat yang disampaikan Basri Bakri Apadjulu di Masjid Al-Munir,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KHOTBAH-JUMAT-Suasana-Khotbah-Jumat-di-Masjid-Al-Munir-J.jpg)
Ringkasan Berita:
- Khutbah Jumat di Masjid Al-Munir Gorontalo menekankan pentingnya ketakwaan dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan umat Islam.
- Khatib Basri Bakri Apadjulu menjelaskan bahwa ukhuwah mencakup berbagai bentuk ikatan, mulai dari keluarga hingga kebangsaan dan keimanan.
- Persaudaraan yang terjaga dinilai mampu menghadirkan keharmonisan, keberkahan, dan kemajuan umat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Nilai persaudaraan dalam Islam kembali ditegaskan dalam Khotbah Jumat yang disampaikan Basri Bakri Apadjulu di Masjid Al-Munir, Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Limbu U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Jumat (2/1/2026).
Di hadapan jamaah, Basri mengajak jamaah untuk menjadikan ketakwaan dan ukhuwah sebagai fondasi utama.
Hal itu kata dia mencakup berbagai persoalan kehidupan, baik secara pribadi, sosial, maupun kebangsaan.
“Ketakwaan bukan hanya bekal akhirat, tetapi juga wasilah hadirnya solusi dan jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup di dunia,” ujar Basri mengawali Khotbahnya.
Ia menegaskan bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia.
Hal itu, kata dia, menjadi syarat terhindarnya manusia dari kehinaan hidup, sebagaimana termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 112.
Basri kemudian mengulas makna persaudaraan secara luas.
Menurutnya, persaudaraan tidak hanya terbatas pada hubungan darah, tetapi juga mencakup ikatan sosial, kebangsaan, dan serta keimanan.
“Dalam Islam, persaudaraan mencakup ukhuwah nasabiyah, basyariyah, wathaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Semua ini harus dirawat agar umat tetap kokoh,” jelasnya.
Ia menambahkan, hubungan persaudaraan yang paling kuat dan berpengaruh dalam kehidupan seseorang adalah hubungan saudara sekandung.
Hal itu karena terbangun melalui ikatan fisik dan emosional sejak lama, terutama saat menghadapi masa-masa sulit dan musibah.
Dalam Khotbahnya, Basri juga mengutip sejumlah hadits Rasulullah SAW yang menggambarkan keutamaan persaudaraan kaum mukmin.
“Kerja sama, gotong royong, dan tenggang rasa adalah ciri orang mukmin. Tidak egois dan tidak merasa paling berjasa,” tegasnya.
Salah satu pesan yang paling menarik perhatian jamaah adalah perumpamaan agar umat Islam menjadi seperti dua tangan, bukan seperti dua telinga.