SEA Games 2025
Kisah Perjalanan Jelki dan Silvana Atlet Gorontalo Menuju SEA Games Thailand 2025
Prestasi atlet tidak pernah lahir secara instan. Kalimat itu pantas disematkan kepada dua atlet asal Gorontalo, Jelki Ladada dan Silvana Lamanda.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jelki-Ladada-dan-Silvana-Lamanda.jpg)
“Kemarin target saya emas, cuma belum rezeki saya tahun ini,” ujarnya.
Silvana menilai bahwa di level SEA Games, kekuatan lawan relatif seimbang. Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam diri sendiri.
“Semuanya sama, yang berat itu mental dan diri sendiri,” imbuhnya.
Menurutnya, mengendalikan diri dan mental bertanding menjadi faktor penentu dalam pertandingan taekwondo di level internasional.
Silvana yang juga mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), memastikan perjuangannya belum selesai.
Pada Januari 2026 mendatang, ia dijadwalkan mengikuti seleksi untuk Asian Games.
“Kalau Insyaallah saya lolos, saya bisa ikut Asian Games. Semoga bisa meraih medali emas,” pungkasnya.
Sambutan Pemerintah Daerah
Kepulangan Jelki dan Silvana ke Gorontalo disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rumah Dinas Gubernur. Pemerintah daerah menyebut prestasi keduanya sebagai kebanggaan masyarakat Gorontalo sekaligus bukti potensi besar atlet daerah di level internasional.
SEA Games Thailand 2025 resmi berakhir pada 20 Desember 2025. Indonesia finis di peringkat kedua dengan raihan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)