Gorontalo Half Marathon
Titik Start–Finish Gorontalo Half Marathon 2025 Terpasang, Panggung Utama Siap Digunakan
Persiapan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 mulai tampak jelas di kawasan Lapangan Taruna Remaja. H-1 sebelum pelaksanaan, Minggu, 7 Desember 2025,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GHM-Potret-Lapangan-Taruna-Remaja-pusat-penggelaran-Gorontalo-Half-Marathon-GHM-Sabtu-6122025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Persiapan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 mulai tampak jelas di kawasan Lapangan Taruna Remaja.
H-1 sebelum pelaksanaan, Minggu, 7 Desember 2025, gapura titik start dan finish telah berdiri kokoh, lengkap dengan layar informasi yang akan digunakan peserta.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Sabtu (6/12/2025), para pekerja menyelesaikan proses pemasangan berbagai fasilitas sejak pagi hingga sore hari.
Sebuah panggung kecil berwarna hitam di sisi barat lintasan juga tampak telah siap digunakan.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Singgung Pembangunan Masjid Raya di Muswil PKB
Meski tidak terlalu besar, panggung tersebut dinilai cukup untuk menampung tamu dan pejabat yang dijadwalkan hadir.
Di area tengah lapangan, berbagai persiapan terus digenjot dan kini semakin mendekati rampung.
Panggung utama telah berdiri di sisi selatan, sementara sejumlah tenant UMKM dari berbagai dinas mulai mengisi area di sisi timur dan barat lapangan.
Sementara itu, tenda pengambilan race pack untuk kategori 5K, 10K, dan 21K terlihat mulai lengang setelah puncak pengambilan berlangsung sehari sebelumnya.
Panitia hanya melayani sisa peserta pada Sabtu sore.
Dari hasil pengamatan di lapangan, hampir seluruh sarana dan prasarana pendukung lomba telah tersedia dan siap digunakan.
Ketua Panitia GHM 2025, Danial Ibrahim, mengatakan seluruh elemen disiapkan secara maksimal guna memastikan peserta aman dan nyaman selama lomba berlangsung.
Ia menjelaskan, terdapat sembilan titik layanan kesehatan yang disiagakan di sepanjang rute lomba.
Total sekitar 90 tenaga kesehatan dikerahkan, termasuk dari puskesmas yang berada di jalur lintasan pelari.
Selain itu, dua tenda layanan kesehatan ditempatkan di area race pack, ditambah satu pos informasi dan bantuan peserta.
Ambulans serta kendaraan medis mobile juga telah dipersiapkan untuk kondisi darurat.
“Kami berharap tidak ada pelari yang mengalami cedera. Namun jika terjadi sesuatu, tim kesehatan siap memberikan penanganan,” ujar Danial.
Tak hanya itu, panitia juga menanggung premi BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi peserta selama kegiatan berlangsung.
Dari sisi pengamanan rute, sebanyak 118 marshal diterjunkan.
Rinciannya, 18 marshal dinamis berasal dari komunitas sepeda, sementara 100 marshal statis merupakan mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo.
Para marshal ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan alur pergerakan pelari tetap tertib dan aman.
“Setiap titik dijaga satu sampai dua marshal. Mereka akan langsung berkoordinasi jika ada pelari yang membutuhkan bantuan,” tutur Danial.
Para marshal tersebut juga bekerja berdampingan dengan tim medis dan PMI. Sejumlah fasilitas tambahan pun turut disiapkan panitia.
Panitia meminjam Bele Li Mbui sebagai ruang ganti sekaligus tempat ibadah.
Bahkan, sarung turut disediakan bagi peserta laki-laki yang ingin melaksanakan salat subuh sebelum start lomba.
“Lebih baik peserta Muslim melaksanakan salat terlebih dahulu sebelum memasuki area start,” ujar Danial.
Ia berharap seluruh fasilitas yang disiapkan ini dapat membuat peserta merasa lebih tenang, nyaman, dan diperhatikan.
Layanan pengambilan race pack juga tetap dibuka hingga seluruh peserta menerima perlengkapan lomba masing-masing. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.