Jumat, 13 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Gubernur Gusnar Ismail Ungkap 2 Tantangan Besar Gorontalo, Anggaran Turun dan Perubahan Iklim 

Ia mengaku tidak sempat menyampaikan hal tersebut saat sambutan resmi karena keterbatasan waktu.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Gubernur Gusnar Ismail Ungkap 2 Tantangan Besar Gorontalo, Anggaran Turun dan Perubahan Iklim 
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
TANTANGAN PEMPROV -- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat diwawancarai wartawan di Gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (5/12/2025). Gusnar menjelaskan dua tantangan yang akan dihadapi Gorontalo ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • APBD Provinsi Gorontalo diproyeksikan menurun sebesar Rp 200 miliar pada tahun 2026
  • Perubahan iklim menjadi fokus utama penanganan karena berpotensi memicu peningkatan bencana hidrometeorologi
  • Untuk menghadapi ancaman bencana tersebut, Gubernur mengimbau pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Usai mengikuti rangkaian perayaan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memberikan penjelasan lanjutan terkait kondisi aktual daerah. 

Ia mengaku tidak sempat menyampaikan hal tersebut saat sambutan resmi karena keterbatasan waktu.

Dalam keterangan tambahannya, Gusnar menegaskan bahwa saat ini Gorontalo tengah menghadapi dua tantangan besar. 

Ia menyebut ada dua isu strategis yang kini menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.

"Tantangan satu anggaran sangat terbatas, yang kedua perubahan iklim," ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).

Gusnar menjelaskan bahwa perubahan iklim berpotensi memicu peningkatan bencana hidrometeorologi di Provinsi Gorontalo

Dampak ini, kata dia, harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pemerintah.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi meliputi banjir, tanah longsor, dan berbagai ancaman alam lainnya. 

Bahkan, berdasarkan kerawanannya hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Gorontalo masuk kategori berpotensi terdampak tanpa terkecuali.

Ia menegaskan bahwa setiap bencana yang terjadi akan membutuhkan tambahan pembiayaan untuk penanganan darurat maupun pemulihan.

Karena itu, ia mengimbau pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Oleh sebab itu kita terus berupaya untuk melestarikan lingkungan, penanaman pohon," tuturnya.

Selain ancaman perubahan iklim, Gusnar menyoroti kondisi fiskal daerah yang ikut menjadi beban berat.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo diproyeksikan mengalami penurunan signifikan hingga Rp 200 miliar pada tahun anggaran mendatang.

Jika tahun 2025 APBD tercatat mencapai Rp 1,74 triliun, maka tahun 2026 hanya berkisar Rp1,54 triliun.

Penyusutan ini dipicu oleh berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, yang berdampak pada hilangnya sejumlah alokasi khusus untuk daerah. 

Pemangkasan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel.

Situasi ini, menurut Gusnar, akan menjadi tantangan dalam menjaga kesinambungan program pembangunan daerah. 

Baca juga: 3 Gubernur Diundang di Gorontalo Half Marathon 2025, Menko AHY Diharapkan Hadir

3 Isu Utama Dibahas Gubernur

Dalam Rapat Paripurna ke-64 yang digelar di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (5/12/2025), Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan sambutan yang menitikberatkan pada tiga isu utama: refleksi perjalanan 25 tahun, capaian pembangunan, serta arah kebijakan ke depan.

Mengawali sambutannya, Gusnar menegaskan fokusnya pada tiga bahasan besar.

“Saya fokuskan sambutan saya pada tiga pembahasan utama,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak para tamu undangan menengok kembali perjalanan Gorontalo sejak resmi menjadi provinsi. Menurutnya, 25 tahun lalu para pendiri membangun Gorontalo dengan semangat kuat, berlandaskan identitas budaya daerah.

Saat itu, kondisi pendidikan masih rendah, layanan kesehatan belum memadai, dan kemampuan fiskal sangat terbatas. Namun, kata Gusnar, hal tersebut tidak menghentikan komitmen untuk terus bergerak maju.

“Dengan tekad dan semangat membangun, kita mampu mencapai itu,” ungkapnya.

Gusnar memaparkan sejumlah capaian penting yang berhasil diraih Gorontalo dalam kurun waktu dua setengah dekade.

Keuangan daerah: APBD Provinsi yang pada awal berdiri hanya sekitar Rp 52 miliar, kini melonjak hingga Rp 1,7 triliun pada tahun 2025.

Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus menunjukkan tren positif, menandakan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Kedua, kemiskinan menurun signifikan dibandingkan dua dekade lalu, menjadi bukti pembangunan yang lebih merata.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi Gorontalo kini berada di peringkat 7 nasional.

Ia juga menyinggung sejumlah proyek strategis yang menopang pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur darat, laut, hingga udara.

“Salah satunya adalah pembangunan Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), jembatan, pelabuhan, dan Bandara Djalaluddin Gorontalo,” ucapnya.

Di sektor kesehatan, berbagai fasilitas baru telah dibangun untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Gusnar turut membacakan deretan penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 sebagai pengakuan atas kinerja positif tersebut.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved